PAKSI PAK SEKALA BRAK----- KERAJAAN DI CUKUT PESAGI,---- KIK PAK KHAM MAK PULIAK----- ADAT PUSAKA TUTOP DIHATI

Selayang Pandang Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak

Tabik Ngalimpura, Haguk Neram Rumpok Sunyinni. Dipermulaan sinji, Yaddo dia sekindua ngaturko buribu laksa nerimakasih radu nyenghaja nyemuka di Blog sederhana sinji. Selanjutni sekindua buharop Blog sinji dapok dipakai sebagai rang bubagi informasi rik ilmu pengetahuan, ulehni lamon sai mak ceto, mak pas disusun tindehni, astawa bubida pendapok, yaddo dia ram saling menghormati, tilapok ram kekurangan jama hal sai betik. Niat Betik Cara Betik. Nerimanihan. Tabik

Wednesday, 5 September 2012

LIMA SAIBATIN MARGA JAK WAY HANDAK MULANG TIUH

Saibatin Peniakan Dalom Beliau Pangeran EDWARD SYAH PERNONG
Adok : Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi
Salah satu dari empat Sultan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak - Lampung
Lima Marga Way Handak Dikukuhkan 

Kamis, 23 August 2012 00:00
BATUBRAK (Lampost):

Setelah sehari sebelumnya, Selasa (21-8), berkunjung ke Istana Kerajaan Sekala Brak Kepaksian Pernong dan disambut secara adat dan berbagai kegiatan budaya lain, Rabu (22-8), lima Sai Batin Marga Way Handak Lampung Selatan kemudian dikukuhkan Raja Sekala Brak Pangeran Edwarsyah Pernong Gelar Sultan Pangeran Pemuka Agung Dengian Paksi Sultan Sekala Brak yang Dipertuan ke-23.
 
Pengukuhan sebagai tanda kelima Sai Batin tersebut memiliki otonom untuk mengembangkan adat Sai Batin di Lampung Selatan dengan tetap mengacu kepada Kepaksian Pernong. Dalam sambutannya, Pangeran Edwarsyah Pernong mengatakan pengukuhan itu sebagai tanda telah kembalinya lima Sai Batin Marga Way Handak ke Kerajaan Sekala Brak yang selama ini kurang terjalin komunikasi. "Jika melihat tambo (silsilah adat) sejarahnya mereka ini keturunan Sekala Brak. Pengukuhan ini hanya sebagai simbol mereka sudah kembali dan memperat tali silaturahmi."

Sehari sebelumnya, lima Sai Batin Marga Way Handa Lampung Selatan—Sai Batin Marga Keratuan, Sai Batin Marga Dantaran, Sai Batin Marga Legun, Sai Batin Marga Raja Basa, dan Sai Batin Ketibung—didampingi sekitar 50 raja dari marga-marga tersebut, mulang pekon (pulang kampung, red) ke istana Kerajaan Sekala Brak Kepaksian Pernong di Kecamatan Batubrak, Lampung Barat, setelah sekitar 500 tahun merantau dan mendirikan perkampungan Sai Batin di Lampung Selatan.
Kedatangan mereka disambut secara adat Raja Sekala Brak Pangeran Edwarsyah Pernong, didampingi Perdana Menteri Brigjen Pol. Ike Edwin, Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri, Kapolres AKBP Abdul Karim Tarigan, Wakil Ketua II DPRD Lambar Suaidi Damhuri, dan puluhan raja jejukuan di bawah naungan Kepaksian Pernong.

Dalam ritual penyambutan itu Perdana Menteri Kerajaan Sekala Brak Brigjen Pol. Ike Edwin, mewakili Pangeran Edwasyah Pernong, mengatakan kedatangan lima Sai Batin Marga Kalianda itu menunjukkan silsilah adat kelima Sai Batin Marga Way Handak Lampung Selatan itu merupakan upaya mempererat tali silaturahmi dan menggali kembali silsilah adat Sai Batin untuk dikembangkan di Kabupaten Lampung Selatan.

"Setelah hampir 500 tahun para hulubalang meminta restu pada Kerajaan Sekala Brak untuk berjuang dan mendirikan permukiman di Lampung Selatan, kini mereka ke kerajaan untuk menjalin siaturahmi, saya mewakili Kakanda Pangeran Edwarsyah Pernong menyambut kedatangan para hulubalang yang telah berjuang."

Kedatangan lima Sai Batin Marga Way Handak itu membawa ketan wajik (siwok) dan satu keris pusaka sebagai tanda kembalinya mereka ke kerajaan untuk mempererat persaudaraan. Kelima Sai Batin itu amasing-masing dipimpin Pangeran Cahaya Marga untuk Sai Batin Marga Keratuan, Pangeran Naga Tihang Marga (Sai Batin Marga Dantaran), Pangeran Tihang Marga (Sai Batin Marga Legun), Pangeran Penyimbang Agung (Sai Batin Marga Raja Basa), dan Pangeran Susunan Sampurnajaya (Sai Batin Marga Ketibung).

Menurut Pangeran Edwarsyah Pernong, dengan pengukuhan tersebut, kelima Sai Batin Marga Way Handak ke depan diberi wewenang penuh mengembangkan adat Sai Batin di Lampung Selatan dengan tetap berpedoman pada norma dan kententuan sai batin. Jika nantinya ada kegiatan adat di lima Sai Batin itu, Kepaksian Pernong juga dilibatkan.

"Beberapa orang yang saya temui mengaku berasal dari Sekala Brak, tapi karena dulu keterbatasan komunikasi dan jauhnya jarak, kurang terjalin silaturahmi, kini semua pulang dan memang ini rumah mereka yang kapan pun mereka pulang selalu terbuka."

Pangeran berpesan kepada kelima Sai Batin untuk terus menjunjung tinggi dan melestarikan adat sebagai perekat persaudaraan. Sebab, dengan silsilah adat yang bisa menyatukan para generasi penerus hingga ratusan tahun mendatang. "Adat harus dijunjung karena ini merupakan perekat persaudaraan yang akan mempersatukan anak cucu di kemudian hari." 








RUNDOWN ACARA
LIMA SAIBATIN MARGA WAY HANDAK
“KHATONG NIYUH DI KERAJAAN ADAT PAKSI PAK SEKALA BRAK”
Kepaksian Pernong, 21 s.d. 23 Agustus 2012


21 Agustus 2012
12.30 WIB Menyambut (secara adat) kedatangan Sultan Peniakan Dalom Beliau Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, SH, MH Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-XXIII
13.45 WIB Prosesi Adat “Sussung Muakhi” (menyambut kedatangan 5 Saibatin Marga Way Handak Lampung Selatan
Bedu’a (Syukuran atas kedatangan 5 Saibatin Kalianda
19.30 WIB Acara Kesenian Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak
- Tangguh
- Penampilan Tari Kerajaan Adat Kepaksian Pernong
- Sekilas tentang Nyambai
- Pelaksanaan Nyambai
- Tangguh

22 Agustus 2012
08.00 WIB Peniakan Dalom Beliau SPDB dan seluruh Jamma Balak ni Saibatin Ziarah di “Luah Batin”
10.00 WIB Pesta Budaya Sekura Cakak Buah
- Lomba Muayak
- Lomba Begamol
- Lomba Bedikikh
- Lomba Silik dll
18.30 WIB Bedu’a Buka
20.00 WIB Pengukuhan 5 Saibatin Marga Way Handak
- Tangguh
- Sekilas Sekala Brak
- Sepatah Kata Perwakilan 5 Saibatin Marga Kalianda
- Pengukuhan
- Ikok Paku
- Amanat Adat Saibatin SPDB
- Tangguh

23 Agustus 2012
08.00 WIB Pelepasan 5 Saibatin Marga kembali ke Kalianda
- Tangguh Perwakilan 5 Saibatin Marga
- Tangguh Kappung Batin
- Do’a dan Pelepasan





DOKUMENTASI Foto Endang Guntoro Canggu :





Kedatangan Saibatin Peniakan Dalom Beliau Pangeran EDWARDSYAH PERNONG, Perdana Menteri BRIGJEN IKE EDWIN, Peniakan RATU Ir. NURUL ADIYATI, Dalom Putri Regina Nareswari Firuzzaurahma, Pangeran ALPRINSE dan ATIN CIK LIN disambut dengan kebesaran adat "Lapahan Saibatin" - Mulang Buka 3 Syawal 1433 H
Foto : Endang Guntoro Canggu


Perdana Menteri Kepaksian Pernong Brigjen IKE EDWIN, Atin Lin dan Adik Bungsu Peniakan Dalom Beliau menantikan kedatangan arak-arakan Sussung Muakhi 5 Saibatin Marga di Gedung Dalom Kepaksian Pernong
Foto : Endang Guntoro Canggu





"PARA RAJA JUKKUAN" berbaris di Gedung Dalom Kepaksian Pernong, menyambut 5 saibatin Marga Way Handak
3 Syawal 1433 H

"5 Saibatin Marga Way Handak Kalianda"
1. Pangeran Cahaya Marga 
2. Pangeran Naga Berisang
3. Pangeran Tihang Marga 
4. Pangeran Punyimbang Agung 
5. Pangeran Sesuhunan Sampurna Jaya

Setelah Prosesi Tangguh Dari Pihak Way Handak Kepada Pihak Kerajaan, Anak Sembahan (Adik Bungsu SPDB) dan 5 Saibatin Marga Way Handak Kalianda di usung dalam aban gemisikh
Perdana Menteri Kepaksian Pernong menyambut kedatangan 5 Saibatin Marga Way Handak
  
 
Para Saibatin Marga, Raja Jukkuan Paksi berbaris di ruang Margasana gedung Dalom Kepaksian Pernong (ruangan mempunyai kedudukan tertinggi dalam adat Paksi Pak Sekala Brak)
 


Pangeran Sesuhunan Sampurna Jaya mewakili 5 Saibatin Marga "nangguh" kehadapan Paduka YML Peniakan Dalom Beliau Saibatin Peniakan Dalom Beliau - untuk bisa di berikan 'Pusaka Pengkhaggoh' Dari Gedung Dalom Kepaksian Pernong, sebagai tanda bahwa mereka dahulu merupakan orang-orang yang keluar merantau yg berasal dari Sekala Brak


Tumenggung Singa Brata mewakili 5 Saibatin Marga Way Handak melakukan IKOK PAKU KEPAKSIAN (Sumpah Paksi) - pernyataan bahwa akan selalu setia menjaga harkat martabat dan kehormatan Saibatin serta nama besar Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak



 -------------------------------------------------------------------------------------------

25 comments :

  1. Pangeran Penyimbang Agung darimana asal usulnya?
    kepala marga Rajabasa itu keluarga Pangeran Minak Putra, ada banyak catatannya di arsip zaman Belanda.
    Seliwat Agung / Penyimbang Agung tidak pernah terdengar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena melawan dan bermusuhan dengan penjajah belanda.........boss

      Delete
  2. terimakasih kpd admind Blog Marga Rajabasa ( Pangeran Rajabasa ), blog kita ( sekala brak ) ini menyampaikan apa adanya, tiada ditambah2 tiada dikurang2, mungkin untuk jawaban siapa pangeran penyimbang agung itu, saya carikan informasinya, harap bersabar, selanjutnya sy berharap bisa mendapat kan keterangan tentang marga raja basa secara terang dari puariku. terimakasih, Tabik, salam angkon muari.

    ReplyDelete
  3. terimakasih banyak atas responnya,
    di wikipedia ada sedikit tulisan mengenai marga Rajabasa,
    isinya sesuai dengan buku2 dan arsip Hindia-Belanda.

    Pangeran Seliwat Agung setahu saya baru muncul/dimunculkan sekitar tahun 1995. Sebelum itu tidak ada satupun arsip yang menerangkan keberadaannya.
    sedangkan pangeran minak Putra (kepala marga Rajabasa yang sesungguhnya) dapat dilacak keberadaannya melalui arsip Hindia-belanda sejak tahun 1884, 1888, 1920, dst.

    ReplyDelete
  4. Terimakasih, semoga kedepan bisa duduk bersama, bermusyawarah demi kemajuan adat, sebab adat bukan milik pribadi, tapi demi kemaslahatan masyarakat adat. kita menuju kearah itu.

    ReplyDelete
  5. Saya sangat setuju,
    oleh karena itu kita selaku masyarakat Lampung harus dapat meluruskan sejarah,
    ngomong-ngomong boleh donk minta nomor hp nya brother.

    ReplyDelete
  6. menurut buku Adatrechtbundels XXXII Zuid Sumatra, OL Helfrich, pendiri marga Rajabasa merupakan perantau dari desa Damaian dan datang ke kaki gunung Rajabasa dan Krakatau di tahun 1550an. ketika ia datang disana sudah dihuni oleh penduduk yang sudah turun temurun tinggal di tempat itu.
    lalu ia datang ke Banten untuk menyerahkan hasil lada kpd Sultan Banten yang belum lama memisahkan diri dari Demak.

    Sedangkan asal muasal Kepaksian Skala Brak katanya dari kesultanan Pagaruyung. sedang paling cepat tahun 1550 Pagaruyung baru saja masuk Islam. malah lebih dipercaya pagaruyung masuk Islam tahun 1600an.

    dari sini saya menyimpulkan bahwa Marga Rajabasa bukan keturunan dari Kepaksian Skala Brak.

    jadi Pangeran Penyimbang Agung yang katanya kepala marga Rajabasa ini Mulang Tiyuh ke Tiyuhnya siapa??

    ReplyDelete
  7. terimakasih tanggapannya, monggo duduk bareng anda dengan Pangeran penyimbang Agung, yang memmang masih satu kabupaten agar menyelesaikan problem kekinian. terimakasih.

    ReplyDelete
  8. OK, silakan cek dari blog ini http://sultanskalabrak23.blogspot.com/2008/12/naik-tahta.html
    ------
    Ratu Mas Intan Dalom Ratu Marga Buay Kenyangan adalah keturunan pemuka Rajabasa sekaligus pemuka masyarakat Lampung, H. Muhtar Hasan yang pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Propinsi Lampung.....

    Sang Ratu sendiri dilahirkan di Rajabasa. Daerah ini memiliki dermaga laut yang pada masa lalu memiliki hubungan dekat dengan Kesultanan Banten. Bahkan bandar di Rajabasa memiliki garis lurus ke timur sedikit tenggara persis dengan bandar di Banten. Bahkan menurut riwayat, pada saat-saat tertentu, permukaan air dari Rajabasa hingga ke Banten dalam keadaan seperti permadani, tenang-datar tetapi angin bertiup kencang sehingga perahu menjadi sangat laju. Rajabasa, salah satu bandar dalam pengaruh kekuasaan Banten.
    Pemuka masyarakat dan adat di Rajabasa seba / menghadap ke Banten. Dia mendapat gelar Tumenggung Rasamenggala dari Kesultanan Banten. Dia ini juga mempunyai pula saudara yang tinggal di Banten, Tumenggung Wartamenggala. Hubungan dagang, hubungan politik, dan hubungan budaya antara Rajabasa dan Banten telah berjalan lama.
    --------
    jadi berdasarkan penelusuran saya Muhtar Hasan adalah warga kampung Rajabasa di Kotaagung (Tanggamus). Kampung ini adalah kampung perantauan dari kampung Rajabasa Kalianda. Yang disebut Wartamenggala di blog sultan skala brak tersebut adalah keluarga kepala marga Rajabasa yang sah yang tercatat di berbagai dokumen sejarah, vonis pengadilan, dll.

    mengenai duduk bareng dengan penyimbang agung, menurut saya itu mustahil dilakukan karena keluarga yang bersangkutan lebih suka pakai cara hewan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. cara hewan lebih mulia dari pada cara penjajah belanda.....

      Delete
  9. Tambahan sedikit ya,
    secara garis besar apa yang diceritakan di blog sultanskalabrak23 tsb ada benarnya, namun ada yang kurang tepat menurut saya,
    lebih tepatnya begini, harus dipisah dulu mana Raja Basa (Kalianda) dengan Raja Basa (Kota Agung).
    yang dapat gelar dari Sultan Banten itu setau saya berdasar bukti-bukti yang ada adalah Raja Basa Kalianda. Keturunannya kemudian yang menjadi kepala marga Raja Basa (Kalianda) adalah Pangeran Wartamanggala/wartamenggala. Sedang Muhtar Hasan sendiri pernah bancakan sewaktu masih jadi sekda provinsi, dimana beliau mengatakan bahwa ayah / kakeknya berasal dari Raja Basa Kalianda yang merupakan keturunan dari ayah Pangeran Wartamanggala.
    Leluhur Muhtar Hasan kemudian menetap di Kota Agung dan mendirikan kampung dengan nama kampung asalnya, Raja Basa (Kota Agung).

    Oleh karena istri Pangeran Edward adalah anak ke-3 dari Muhtar Hasan, maka artinya ia punya hubungan darah dengan keturunan Pangeran Wartamanggala.
    Pangeran wartamanggala sendiri punya banyak cucu, salah satu cucunya bergelar Tumenggung Wartamanggala yang disebutkan di blog tsb.

    Nama Wartamanggala sampai saat ini setau saya hanya dipakai oleh keturunan dari Pangeran Wartamanggala, sedang keluarga Penyimbang Agung tidak punya hubungan darah dengan keluarga Wartamanggala.

    Silsilah dan bukti2 :
    https://id.wikipedia.org/wiki/Marga_Raja_Basa_(Pesisir)

    ReplyDelete
  10. blog sultansekalabrak23 itu punya admin tersendiri, dan saya tidak tahu masalah blog itu, berbeda dengan ini yang saya tangani sendiri. Terimakasih.

    Masalah banyak nya versi tentang Sejarah Marga Rajabasa, ya masing2 mengklaim kebenarannya, kalo seperti kata anda tidak bisa untuk duduk bareng, musyawarah mupakat. Termasuk versi yang anda punya menurut anda itulah yang benar.

    ReplyDelete
  11. menurut keterangan salah satu cucu Pangeran Wartamenggala, memang benar bahwa Muhtar Hasan adalah keturunan dari keluarga Pangeran Radjabasa, karena mereka pernah beberapa kali bertemu dan membahas asal usul kampung Rajabasa Kotaagung,

    dan sebagian besar yang diceritakan di blog itu ada benarnya, tapi ada kekeliruan karena ada pencampuran antara Rajabasa Kalianda dengan Rajabasa Kotaagung,
    setau saya Rajabasa Kotaagung tidak punya pantai, justru Rajabasa Kalianda yang letaknya hanya 25m dari bibir pantai,
    jadi yang dimaksud di blog tersebut sebenarnya sedang menceritakan marga Rajabasa Kalianda, dan maka jadi jelas semuanya.....

    terima kasih banyak, artikel ini sudah membantu mengungkapnya

    ReplyDelete

  12. Kebadaran Rajabasa Semuong dan Marga Rajabasa di Kalianda memang memiliki keterkaitan juga memiliki perbedaan kepemimpinan dan wilayah. Tetapi yang jelas keduanya berkeyakinan memiliki kaitan dengan puyang2 disekala brak. Untuk lebih jelasnya silahkan tanyakan kepada keduabelah pihak. Tabik.

    ReplyDelete
  13. minak putera itu kan punya nama asli abu bakar..........orang pendatang di marga rajabasa setelah krakatau meletus, jaman penjajah belanda.....yang dekat belanda yang untung..........

    ReplyDelete
  14. yang dekat sama belanda yang untung..........

    ReplyDelete
  15. Aduh Novan....

    gak bosen bosen...

    Akuin aja sih bahwa Paksi Pak itu berasal dari Padang Pagaruyung,
    Makin kalian ngaku sebagai Leluhur Masyarakat Lampung, itu cuma makin memperburuk Imege kalian, mungkin kalian tenar di MEDIA,,, tp enggak untuk masyarakat.

    yang harus kamu tulis dalam blog kamu ini Novan tentang asal muasal paksi pak dan sejarah nya datang kelampung, tujuan nya, budaya yang dibawa.

    Bukan nulis apa yang seharus nya di tulis oleh Keturunan Ratu Sekekhumong asli dari garis keturunan Bapak/ Laki-laki

    ReplyDelete
  16. Puari Yoga, berbeda pendapat n pemahaman itu hal biasa, biar waktu yang menentukan, kita serahkan ini pada ilmuan yang mumpuni dan kepada Tuhan YME. Silahkan berpendapat, dibuka ruang seluas2nya. Kalau tak setuju tunjukkan dengan semangat kebersamaan bukan perpecahan.
    Salam Kemuarian dari kami yang di Sekala Brak

    ReplyDelete
  17. Puakhi Novan,

    coba tolong resapi, pahami, kenapa banyak Komplain dari tiap-tiap blog mengenai sekala bekhak dari sub suku atau kelompok masyarakat, juga Perorangan dari kalianda, kotabumi, kota agung, bahkan dari komering dan daerah lain nya???

    Berarti ada yang gak bisa diterima kan oleh mereka, coba fikir kenapa bisa begitu? ada yang melencengkah atau apakah...

    Kita itu gak boleh besar kepala, harus nya malah berbesar hati, menerima koreksi dari orang dan mencari keterkaitan nya, tapi itupun jika memang ada kaitannya, jangan terkesan memaksakan.
    kalo memang tidak ada kaitan ya sudah, berarti lampung ini bukan cuma kita sendiri yang tinggal.

    Pecinta sejarah yang Bijak itu pasti segera mengoreksi tulisan nya apabila banyak kalangan dari berbagai sub kelompok komplain atas tulisan nya, karena apa..
    karena sejarah itu sangat rentan puakhi, bakal banyak yang gak ketemu jawaban, hanya karena telah melencengnya sejarah demi keegoisan dan kepentingan pribadi,

    jangan hanya karena ada kemiripan nama atau cerita kita bisa mengklaim sesuatu..

    Contoh,
    - Dewa Wisnu memakai mahkota yang sama dengan Mahkota Pengantin Pria dalam Adat Pepadun, Teruss Wisnu itu orang Menggala????

    - Sebagian orang melayu Malaysia memanggil kedua orang tuany dengan panggilan Emak & Abah,,,,Terusss orang malaysia itu keturunan orang sunda?????

    Pikir sendiri aja gimana sikap orang tentang itu, hhaha

    itu cuma contoh puakhi, inti nya jangan cepat-cepat berasumsi tentang sesuatu, semua selalu ada kemungkinan kok.

    Yang jelas, Lampung ini multi kultural
    kita kaya budaya
    kita punya kelompok masing-masing, baik besar maupun kecil
    tidak perlu pengakuan, cukup cintai budaya di kelompok kita saja
    tidak perlu merasa lebih tinggi, atau merendahkan yang lain, cobalah untuk menerima bahwa ada orang lain disekitar kita, karena kita ini umat akhir jaman, bukan makhluk" awal penciptaan..
    jadi gak perlu ada pengakuan asal muasal.

    Terima Kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puari Yogha,

      - Intinya, dua arah, sekala brak punya catatan tentang siapa saja mereka keluar hijrah dari sekala brak, dan mereka yang telah hijrah keluar dari sekala brak memilki catatan bahwa mereka berasal dari sekala brak. Clear ...

      - klo ada yang berbeda catatan dan tidak berasal dari sekala brak ya monggo2 aja, bukan suatu yang harus dipermasalahkan, karena berbeda sumber berbeda cara analisis berbeda pula kesimpulan, kan gitu, beres. ga ada yang memaksakan bahwa kamu yogha harus berpengakuan dari sekala brak juga, kan ga ada yang maksa.

      gitu aja terimakasih.

      Delete
  18. Tabik pun... salam muakhi anjak putra marga dantara

    ReplyDelete
  19. Salam Kemuarian Muloh haguk Putra Marga Dantaran.. Tabik,,

    ReplyDelete
  20. tabik pun, salam kemuakhian,.
    hari minggu kemarin tanggal 20 juli 2015 raja pernong berkunjung ke kampung kami di benteng way handak tepat nya di rumah pangeran tokoh adat kami, tapi saya tidak tahu ada hubungan apa kami dengan raja pernong sekala brak, mohon tolong penjelasan nya..

    ReplyDelete
  21. saudari Elva Susanti, terimakasih infonya silaturahmi memang selayaknya tak pandang garis saudara atau bukan, karena ikatan sialturahmi memang harus dijalin dengan siapapun. Apalagi dengan Saudara sendiri.

    Mungkin saya bisa tahu keluarga elva ini ada diwilayah marga Apa ya?

    ReplyDelete

Apah tiBaca

Ikuti Menjadi Sahabat Blog

PEMUDA DAN KEBERANIANNYA

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

dancer

TVRI