PAKSI PAK SEKALA BRAK----- KERAJAAN DI CUKUT PESAGI,---- KIK PAK KHAM MAK PULIAK----- ADAT PUSAKA TUTOP DIHATI

Selayang Pandang Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak

Tabik Ngalimpura, Haguk Neram Rumpok Sunyinni. Dipermulaan sinji, Yaddo dia sekindua ngaturko buribu laksa nerimakasih radu nyenghaja nyemuka di Blog sederhana sinji. Selanjutni sekindua buharop Blog sinji dapok dipakai sebagai rang bubagi informasi rik ilmu pengetahuan, ulehni lamon sai mak ceto, mak pas disusun tindehni, astawa bubida pendapok, yaddo dia ram saling menghormati, tilapok ram kekurangan jama hal sai betik. Niat Betik Cara Betik. Nerimanihan. Tabik

Thursday, 9 February 2012

Kisah Abung dan Komering

( Pakaian adat pengantin komering )


KISAH PERANG ABUNG

(dari: Iwan Mahmoed Raraumay )

diposting oleh SALIWA


Kalo masyarakat Abung saya masih agak hati-hati, karena ini bicara tentang sejarah yang agak dramatis..Bicara Abung berarti bicara perang Komering tempo dulu dengan masyarakat Abung..makanya masih banyak sebagian masyarakat komering dan Abung sering salah faham dalam menyikapi kisah perang ini..(mungkin kisah ini tidak tercatat didalam dilintasan sejarah). Orang Komering sering memandang perang ini adalah aib buat mereka..Sehingga masih banyak sebagian masyarakat Komering terutama yang pernah diserang/dijajah abung sangat tidak senang bila ada orang Abung membahas perang ini (apalagi mereka yang mengerti sejarah). Ayah saya sendiri ketika memperoleh cerita ini, sekaligus diskusi dengan orang asli Abung asli..mereka mengakui ternyata pernah terjadi perang antara masyarakat komering dengan Kerajaan Abung...jadi cerita ini betul-betul terjadi, dan ini terbukti dari cerita lisan disekitar desa Komering uLu Timur sangatlah terkenal..Orang-orang Abung Asli sendiri memandang kisah penyerbuan ke Komering ini mungkin sebagai identitas atau boleh jadi menjadi semacam kebanggaan...Nah ini yang menjadi inti masalah..keduanya tidak akan pernah bertemu..Kalo saya menyikapi kisah dengan arif sajalah..ya sudah itu bagian sejarah yang telah terjadi....Saya sendiri juga tidak terlalu memandang kisah menjadi dramatis...buat apa memelihara dendam sejarah...Justru tugas saya adalah mencari data dan fakta tentang sejarah desa kami dan skala Brak..

Dulu ketika Abung sedang jaya-jayanya, raja mereka mempunyai niat ingin menyatukan wilayah Komering.Untuk melaksanakan misi ini Raja mereka mengirim bala tentaranya keseluruh wilayah Komering..Komering hampir mereka kuasai..namun mendekati wilayah Desa Gunung Batu..mereka sempat menjajah Daerah Cempaka yang saat ini menjadi Kecamatan Wilayah desa Gunung Batu..(kurang lebih 10 Km). Didesa ini mereka berhasil menyingkirkan penguasa Cempaka dan Panglima Pasukan Abung menjadikan anak dari raja cempaka tersebut menjadi istri, sedang raja tersebut mereka penggal dan tengkorak kepala raja tersebut dijadikan bola mainan. Akibat Ulah pasukan Abung Putri raja Cempaka tersebut Tidak bicara (tapa Bisu), sampai suatu saat anaknya nangis, Putri tersebut menyuruh anaknya untuk diam sambil mengatakan bahwa tengkorak kepala raja tersebut sedang dimainkan.namun Panglima pasukan Abung mendengar perkataan tersebut, sehingga akhirnya perbuatan tersebut dihentikan.Sampai sekarang orang Cempaka sangat membenci masyarakat Abung...

Kembali kecerita Perang Abung...Sebelum melaksanakan misi penyerangan kewilayah Komering, raja abung mewanti-wanti kepada seluruh pasukannya bahwa Komering bolleh dijajah, namun ada satu desa yang tidak boleh dimasuki oleh mereka, yaitu GUNUNG BATU...karena disana ada Ratu Sahibul...pada penyerangan-penyerangan yang dilakukan, memang Abung berhasil hampir sebagian wilayah Komering...Nah mendekati wilayah Gunung Batu, ternyata kedatangan mereka sudah tercium oleh Ratu Sahibul..sehingga sebelum mereka masuk wilayah Gunung batu, ratu Sahibul sudah mendahului dengan mendatangi kedatangan mereka..terjadilah pertempuran....tidak lama kemudian Pasukan Abung terdesak, disebuah wiayah bernama Mesir Darat (sekarang Tugu Mulyo)..Sebelum mereka ketempat ini mereka harus membuat jemnbatan..Jembatan itu masih ada dan sungai yang dilewati oelh merekapun pernah saya lewati...

Perintah Raja Abung untuk tidak memasuki wilayah desa Gunung Batu pada perkembangannya ternyata tidak membuat pasukan abung mundur,mereka justru melanggar perintah rajanya, Mereka merasa yakin dengan kemampuannya karena seluruh Komering sudah hampir mereka kuasai, oleh karerna itu dengan modal keyakinan ini justru mereka berusaha untuk masuk ke wilayah desa Gunung Batu. Sebelum mereka memasuki wilayah desa Gunung Batu itu Ratu Sahibul yang mendengar wilayahnya akan dimasuki pasukan Abung segera berangkat menuju perbatasan antara desa gunung batu dan Desa Cempaka. Diperbatasan-perbatasan itu sebelumnya beliau sudah mempersiapkan berbagai jebakan-jebakan yang membuat pasukan Abung terkejut. Diperbatasan yang dipisahkan dengan Sungai yang bernama Limbungan tersebut, beliau melihat pasukan Abung sedang beristirahat dan sebagian besar tertidur karena pasukan ini kelelahan sehabis membuat jembatan penyebrangan menuju desa gunung Batu dari sebuah Pohon bungur yang besar.Jembatan tersebut akhirnya dinamakan Jamban Musuh oleh Masyarakat desa Gunung batu. Menurut ayah saya pohon itu sangat besar sekali namun tenggelam oleh dalamnya sungai limbungan dan bila sungai limbungan itu kering pohon itu baru terlihat, namun cara mereka menebang pohon cukup unik karena dilakukan dengan linggis. dan itu dilakukan oleh semua Pasukan Abung yang jumlahnya kurang lebih 500 orang.

Berdasarkan Cerita yang saya dapat, memang fisik dari pasukan Abung ini besar dan tinggi-tinggi namun kurang perhitungan dalam bertempur. Melihat mereka tertidur,ratu Sahibul dengan kemampuannya menebang pohon-pohon yang menaungi prajurit-prajurit tersebut dan akhirnya pasukan tersebut satu persatu ia bunuh. Beliau hanya menyisakan 2 orang prajurit Abung untuk hidup. itupun dengan diberi tanda disekitar kening mereka (Bagi masyarakat asli abung biasanya tanda ini masih ada).Mereka disuruh kembali pulang ke Abung dengan memberi pesan "bahwa Raja Abung ditunggu ratu Sahibul di Gunung Batu". sampai di Kerajaan Abung kedua Prajurit ini justru medapat caci maki dari raja mereka dengan kata-kata "Khan Sudah saya bilang jangan masuki gunung Batu karena disana ada Ratu Sahibul kenapa kalian masuki ?" kedua prajurit itu hanya diam. Semenjak itulah sejarah kejadian ini terekam begitu kuat dimasyarakat kami. Dulu ketika resimen 44 memasuki desa Gunung Batu karena kejaran belanda,Kebetulan mereka berlindung dirumah kakek kami yang saat itu kepala desa, keberadaan mereka dapat terlindungi, Diantara mereka justru banyak orang Abung asli seperti Alamsah Ratu Perwira Negara, brigjen Ryacudu, dll, dan mereka juga mengakui dan mengetahui peperangan Abung dengan Komering.Dan sepertinya dari peristiwa inilah budaya kekerasan didesa gunung Batu dimulai dan begitu kental aromanya. didesa ini yang namanya pemakaian senjata tajam hukumnya wajib. pembunuhan dan perampokan sepertinya sudah jamak. Ilmu-ilmu kebal,serta ilmu-ilmu kesaktian lain sudah menjadi makanan empuk warag sana. Dan desa ini terkenal dengan Sikap keras hatinya dan pantang mundur dalam mempertahankan kohormatan dan harga dirinya, mereka lebih mendahului daripada didahului dan sangat sulit untuk tunduk oleh siapapun....namun terhadap ulama dan penjahat setempat ternyata mereka lebih segan dibandingkan dengan polisi atau TNI. namun solidaritas dan kekeluargaan mereka sangat kuat sekali, kesetiaan pada pasangan juga sangat baik, jarang sekali terdengar perceraian..namun yang lebih memprihatinkan adalah bahwa desa ini bila dibandingkan dengan desa-desa lain sangat tertinggal dalam segala bidang. ya mungkin salah satunya karena sikap keras mereka yang sulit untuk diatur. Masyarakat desa-desa sekitar Gunung batu sangat mengetahui karakter orang-orang desa GUnung Batu ini. Saya sendiri yang lahir dan besar dijakarta bila berkunjung kesana selalu wajib ditemani oleh salah seorang famili. Begitu detilnya sejarah gunung Batu yang saya terima dari ayah saya ini, saya langsung buat dalam bentuk tulisan....cerita yang saya sampaikan ini cuma bagian kecil dari sejarah Desa GUnung batu dan Ratu Sahibul..sebenarnya masih banyak cerita yang lain...

Cuma bila masuk wilayah komering, mereka perlu hati-hati, karena bagi desa yg pernah mereka jajah, nama mereka kurang begitu simpatik, apalagi yg mengerti sejarah sepak terjang mereka...belum lama ini di kecamatan Cempaka saja ada beberapa orang polisi yg berasal dari abung, hampir menjadi amuk masa, karena mereka mencoba mengungkap sisi kelam sejarah desa cempaka ini. hampir saja rumah mereka dibakar, namun untungnya mereka segera langsung dikirim ke martapura OKU Timur, cerita ini saya dapat dari kakak saya yg tugas disana sbg polisi tahun lalu..
Didesa Gunung Batu sendiri, peristiwa perang Abung dan Desa Gunung Batu dinamakan "Abung lari dikejar Musuh"..

Peninggalan Pasukan Abung juga sampai saat ini masih ada didesa Cempaka berupa rantai kapal yg besar, dan batu periuk yg besar pula.ladang pembantaian juga masih ada yang dulu bernama mesir Darat (tugu mulyo) tempat tersebut bahkan tidak bisa ditumbuhi tanaman, Digunung Batu sendiri ternyata menurut orangtua saya, keberadaan orang Abung sebenarnya ada, keturunan mereka dengan dengan leluhur saya justru saling bahu membahu dalam pemerintahan desa.Keluarga besar kami tahu betul bagaimana ciri, karakter fisik orang abung asli.hanya saja prinsipnya kami tidak pernah menjadikan hal itu sebuah masalah besar..intinya yang penting jangan pernah utak utik desa gunung batu, harga diri dan kehormatan merupakan harga mati bagi masyarakat desa ini...

Dan memang sampai saat ini kami menganggap masalah sejarah tersebut cuma lintasan sejarah saja yg bisa menjadi pelajaran..toh buktinya Alamsyah Ratu Perwiranegara (mantan Menag) menaikkan kakek kami haji, Brigjen ryacudu (ayah dari Ryamizard Ryacudu) berjuang didesa Gunung batu dengan mertua kakak saya yg kini berusia 90 tahun..jadi biarlah yg lalu.., toh famili kami juga banyak yg ternyata tinggal diwilayah Abung...

Itulah sekelumit kisah Perang Abung dan Komering...kisah lengkapnya sih sudah saya bukukan untuk pribadi saja, namun satu minggu yang lalu buku itu saya pinjamkan kepenulis novel sejarah yg bernama Nasirun Purwokartun yg berasal dari Solo, kartunis yg terkenal dan punya nama di jogya dan solo..mas novan pasti tahu, buka saja FBnya...kenapa saya pinjamkan buku itu karena ternyata Ratu Sahibul itu aslinya ternyata berasal dari kerajaan Demak, nama Ratu Sahibul sendiri ternyata adalah nama aliasnya.dan Kemungkinan besar nama ini adalah muncul ketika ia tiba dan sempat berinteraksi dengan raja dan rakyat di Skala Brak...nama Ratu Sahibul sendiri menurut ayah saya mempunyai kedudukan yang cukup tinggi dimata adat, karena pemakaian nama Ratu itu setahu keluarga kami hanya khusus untuk gelar raja-raja saja.Ketika saya nikah nama itu saya angkat kembali untuk gelar Adat saya.dan sempat menjadi pembicaraan hangat warga kampung, apalagi saya besar dan tinggal dijakarta. Namun begitu tahu bahwa keluarga kami keturunan langsung dari Ratu Sahibul, semua bisa menerima.

Menurut cerita ayah saya, nama Sekala sendiri adalah nama jenis Pohon yg ada pada saat itu dan Brak adalah besar. Kami sendiri sering menyebut skala Brak dengan sebutan Sekala Borak...mungkin kalau penduduk asli skala Brak pengertiannya lain... tapi itu info yg saya dapati..

Catatan Saliwa : kisah ini saya dapat dari keturunan orang komering yaitu abang (Iwan Mahmoed Raraumay ) link FB beliau ( https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1918601606367&set=a.1918576245733.2098329.1281829679&type=3&theater#!/profile.php?id=1534762424&sk=wall ) , tidak lain tidakbukan hanya untuk berkata jujur atas apa yang dahulu terjadi, semoga ada hikmahnya yang dapat kita ambil. SALAM PERSAUDARAAN

50 comments:

  1. Saya pernah ke desa cempaka OKU timur, kebetulan teman saya orangtuanya berasal dari sana, sewaktu jalan2 didesa tsb, sy diberitahu ada makam pangeran yg dibunuh oleh orang abung lalu kepala pangeran itu dibawa kelampung dan dijadikan bola lalu anaknya dipersunting panglima abung sama dg cerita diatas. Mungkin dari kejadian tsb maka di lampung utara ada desa cempaka yg merupakan bagian dari org sungkay, yg pernah sy dengar dari saudara saya waktu putri tsb dibawa ikut serta juga beberapa kepala keluarga menyertainya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi serem ya mas ...
      saya juga pernah kesana .. tapi hanya sebentar.. selepas 3 hari saya minta untuk pulang .. karena tidak tahan dengan sikap sebagian pemuda disana yang terkesan TIDAK MENERIMA PENDATANG ???

      Delete
  2. Belajarlah pada orang yg jujur,jgn belajar kepada seorang pembohong dan apalagi kepada pengarang/pembuat sejarah palsu..

    ReplyDelete
  3. Jgnlah engkau menyebarkan suatu kebohongan,sbb kebohongan itu akan menyesatkan diri sendiri.

    ReplyDelete
  4. saudaraku, tulisan ini bersumber dari orang komering sendiri ini link fb nya : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1918601606367&set=a.1918576245733.2098329.1281829679&type=3&theater#!/profile.php?id=1534762424&sk=wall )

    ReplyDelete
  5. saya setuju dengan tuah lopang ...
    anda tidak bertanggung jawab!

    ReplyDelete
  6. etika penulisan sdh dipenuhi oleh penulis, dengan menyebutkan kronolis penulisan dan sumber2nya. bagi yang tidak sependapat silahkan menulis komentar argumentasi dengan menyebutkan sumber2nya sebagai hak jawab

    ReplyDelete
  7. salam sahabat,, monggo silahkan berbagi,, berargumentasi. hak berpendapat seluas luasnya.

    ReplyDelete
  8. dan saya cuma membaca sebagai tambahan ilmu :) betul atau tidak nya cerita di atas yg penting tetap jaga PERSAUDARAAN buat semua warga indonesia

    ReplyDelete
  9. Betul sekali saudara rhyicanda laha, terimakasih.. kalau ada tulsian2 tentang budaya silahkan posting disini.

    ReplyDelete
  10. tuah lopang bro komentarnya kampungan, klo ga tau ga ush komentar....itu kan sejarah mugkin ada benernya.... hargai setiap tulisan orang lain...klo ga suka jgn dibaca

    ReplyDelete
  11. saya orang komoring ilir, senang baca artikel ini, di komoring dan palembang sendiri tidak saya temukan kisah ini. tapi tolong berhati hati meluruskan sejarah, analisanya harus jelas jika bicara komoring untuk mendukung persi ini harus mendapatkan inpormasi yang benar dan akurat dari sumber terpercaya.tentunya dari tokoh adat komering sendiri yang masih memiliki silsilah.trims trims.

    ReplyDelete
  12. betul sekali puakhi, inilah rerumput yang ingin tumbuh direrimbunan ilalang. tabik,,,

    ReplyDelete
  13. Berbicara tentang Suku Komring ... banyak pengalaman yang saya dapatkan sewaktu menjalani tugas dinas di wilayah ini. Apalagi mulai dusun PERJAYA hingga DUSUN BANTAN termasuk didalamnya MESIR dan CEMPAKA ...

    Saya pribadi sangat menyayangkan sikap yang dibuat oleh segelintir orang disana ... Bagaimana mungkin dusun mereka akan maju bila cara dan pola pikirnya seperti itu Selalu mengedepankan kekerasan fisik.
    Dan satu keanehan disana .. mengapa PEMDA tidak menindak tegas segelintir orang yang merusak nama dusun tersebut ?

    Pernahkah mereka berpikir tentang masa depan anak cucu mereka ..... ???

    ReplyDelete
  14. saya baru baca kisah seperti ini, dari semua kebenaran kisah yang ada hanya ALLAh yang tau. saya asli komering betung yang lahir dan besar di lampung, orang tua saya pernah cerita kisah kerajaan abung dan kerajaan menggala yang memasuki wilayah komering sungguh beda dengan yang pernah saya dengar langsung dari orang tua saya. Wallahu a'lam ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih tanggapannya, wallohua'lamubisshowab

      Delete
  15. setahu saya ceritanya malah orang abung yang diperangi orang komering hingga mereka terusir dari wilayah komering dan pindah ke pedalaman lampung, oleh sebab itu di komering banyak makam orang abung krn mereka pernah tinggal disitu sebelum terjadinya peperangan.
    orang abung dahulu kala selalu berpindah2 tempatnya mungkin karena selalu tidak cocok dengan suku-suku disekitarnya. tabik

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya pernah dengar hal serupa dari orang tua saya......

      Delete
    2. iya saya sependapat, dulu sya pernah ngobrol dengan tetua2 adat.. peristiwa terusirnya suku abung dari daerah komering dan daya ini lah yang dikenal dengan Perang Abung.

      Delete
  16. dizaman ini kita semarakkan untuk berbagi data, tabik,,

    ReplyDelete
  17. apakah benar syah pernong itu raja lampung sedangkan orang abung sendri jika mengambil gadi atau menikahi gadis dari sai batin harus dilampungkan dulu bagaiman bisa dia mengaku raja lampung ? . sedangkan setau saya lampung berasal dari dua tokokh yaitu sang aji saka dan sang begeduh dan seterusnya dari beliau2 menjadi empat kedatuan berarti dilampung itu ada empat kedatuan (keratuan/kerajaan) dimana kebenaranya pernong mengatakan raja lampung ??? . maaf saya bertanya hanya ingin memperdalam pengetahuan saya yg sangat terbatas. terimakasih....

    ReplyDelete
  18. raja lampung? dapat kabar darimana? coba jelaskan mana bukti dari pembicaraan anda itu, yang kita pegang adalah tarikh kerajaan paksi pak sekala brak, yang jelas dan nyata bukti2nya. itu saja. Beliau adalah sultan kepaksian pernong kerajaan paksi pak sekala brak - Lampung. ITU!

    kalau pun benar ada data seperti yg anda sebutkan itu, silahkan saja untuk di share. ini negara demokrasi saudara. tolong tata petiti dijaga.

    ReplyDelete
  19. dari jaman nenek moyang kita... dilampung ini memang hanya ada pemerintahan adat seperti kerajaan2 kecil yang berdasarkan dari garis keturunan/genologis, itu yang dikenal dengan BUAY. jadi tidak ada pemimpin lampung, raja lampung dll. yang ada adalah kepala adat yang membawahi masyarakat adatnya masing2. lampung ini dulunya jajahan sriwijaya,kesultanan palembang,dan banten. paksipak itu persekutuan 4 bersaudara dan masih baru karena dizaman sebelumnya sudah ada buay-buay lain yg ada di lampung dan sekitarnya. jadi sbenarnya tidak etis kalo dijaman sekarang masih ada yg selalu mengklaim bahwa wilayah ini atau buay ini adalah bawahan saya, atau keturunan dari buay saya.. karena yg namanya kebuayan itu artinya dia sudah memiliki pemerintahan, wilayah dan hukum adat sendiri. sedang kan dilampung ini tidak ada kerajaan dg pemerintahan terpusat seperti palembang, jawa, atau t4 lainnya. jadi sebaiknya saling menghormati, dan menghargai. jgn selalu merasa saya lebih tua. dan buay yang lain lebih muda. perlu diingat dilampung ini seperti di batak, pemerintahan adatnya berdasarkan marga2 bukan kerajaan terpusat yg hanya ada satu RAJA. dan yg lebih lucu lagi sekarang sudah ada gelar SULTAN diatas SUTAN,SUTTAN,dan SUNTAN..hehe.. ini maksudnya untuk menunjukkan bahwa perserikatan yang ini derajatnya lebih tinggi dari buay2 atau marga2 yang lain..haha.. semoga nenek moyang kita tidak tertawa dialam sana.. melihat ank ketrunannya saling berebut yang mana yang jadi RAJA.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju.. kenapa dilampung skrg ada gelar SULTAN ?? biar sejajar dengan kerajaan islam besar yang lain ya??
      seolah2 suttan dan suntan derajatnya dibawah SULTAN, adat jgn dirubah demi suatu kepentingan atau "ego".

      jaman dulu SUTTAN,SUTAN,SUNTAN itu berarti SULTAN. namun karena cara bicara dan logatnya orang lampung, maka SULTAN itu disebut SUTTAN,SUNTAN,SUTAN. jadi tidak benar jika gelar SULTAN lebih tinggi dari SUTTAN,SUTAN, ataupun SUNTAN.

      Delete
    2. telusuri asal kata suntan / sutan, itu pengaruh apa dari mana? pelajari itu dulu baru ngomong. OK.

      sebenrnya males nanggepi celotehan tah berpunya sperti anonim. kurang gentle.

      Delete
    3. dari pagaruyung mas... saibatin Paksipak sekalabrak itu aslinya disebut suttan, suntan.. trus jaman sekarang sebutannya dah berevolusi ya jadi sultan (adop dr kerajaan jawa)?? nanti rencananya mau berevolusi menjadi apa lagi biar lebih tinggi?

      Delete
    4. kalo pun benar berevolusi ( sejatinya kajian anda salah ) yang jelas ga bakal berevolusi jadi seperti kamu.

      penyebutan sutan itu akar dari kata sultan dalam perkembangan kerajaan2 islam. karena memang paksi pak sekala brak adalah perwujudan kerajaan islam setelah runtuhnya kekuasaan ratu sekerumong raja sekala brak. itu saja deh sementara. mohon kamu datang ke sekala brak. kami tunggu. biar mata hati kamu terbuka, jadi jangan mengkaji dari lubang kecil pintu, tapi buka pintunya n masuk, baru kamu bisa faham n mengerti sekala brak.

      ini baru liat lewat lubang kecil, sudah menghakimi ini tidak ada itu tidak ada, beginilah begitu lah. Pengecut itu kalo debat menyembunyikan identitas asli. itu. hhehe

      Delete
    5. tau apa lo..

      Delete
    6. tau apa lho...

      Delete
  20. ya saudara, semoga nenek moyang kita tidak menangis melihat rusaknya kajian adat seperti yang ada dalam pikiran anonim ini. semuanya bisa saja beranggapan persepsi anda itu yang paling benar dan yang lain adalah lucu. bisa jadi demikian, tapi bisa jadi tidak demikian. rendah hati saja saudara. kalimat HANYA ADA dari saudara itu seolah sudah sangat menguasai sejarah dan ilmunya. kalau belum belajar lagi, jangan terburu2 menjudge tidak ada. karena yang ada saat ini hanyalah perjalanan adat tradisi yang diteruskan dan dipertahankan. tanpa rekayasa. makanya maen2 ke pesagi.

    ReplyDelete
  21. wahai saudara saudara ku selampung....mari kita bersatu...janganlah bertikai hanya masalah sejarah....justru perbedaan membuat kita bersatu....saya saja yg besar dan lahir di jakarta..sangat bangaa menjadi keturunan lampung....apalagi klo melihat putra lampung sekarang banyak yang menjadi pejabat dan orang besar....bangga sekali....terus terang saya merasa agak miris dan terhina..sewaktu saya ngobrol dengan kolega saya yang orang minang..yang dia tidak percaya bahwa saya asli Lampung....dia bilang saya pikir lampung itu isinya orang jawa semua..bukannya lampung itu provinsi jawa utara ?? luar biasa...bahkan komentarnya....dalam bayangan saya orang lampung itu seperti orang kubu/suku anak dalam....yang tinggak di hutan......waduuhhh.....sedih sekali dengarnya....saya sempat berdebat...jangan anggap orang lampung seperti itu....sekarang sudah banyak orang lampung yang hebat dan menjadi pejabat....bahkan buyut sayapun di awal abad 19 sudah bersekolah di sekolah raja bukittinggi...apakah buyut anda punya kesempatan sama dengan buyut saya ?....terdiam malu kolega saya....jadi intinya saudaraku selampung....janganlah dicari perbedaan...apakah dia lampung sai batin atau lampung pepadun...bagi saya semuanya adalah orang lampung....bahkan tukang siomay dekat rumah saya yang orang jawa transmigrasi di lampung saja...mengaku orang lampung....gak mau dibilang orang jawa.....Rasulullah bersabda :"Perbedaan adalah rahmat"....di Papua saja yang kita lihat orang dan perawakannya sama...ternyata terdiri dari berbagai suku dan bahasa yg berbeda...tetapi mereka tetap mengaku orang Papua.....jadi..mari kita tunjukkan bahwa orang lampung itu mempunyai kebudayaan yang tinggi....Live Lampung !!!!! - ( Buay Tegamoan )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Temon nihan ano puakhi, proud to be Lampungese..

      Delete
    2. setuju nihhan puawakhi. ingok : 7 pedoman hidup jamma lappung sai no 6 ,'dang lakkang dang nyapang, makhik pekon mak khanggang, dang pungah dang luccah makhik perkon mak belah,'.
      artinya jangan mencari cari masalah dalam kampung agar masyarakat kampung tidakl terpecah belah.

      jika ada perbedaan kita dikusikan dan kita musyawarahkan.

      Delete
  22. wahai saudaraku selampung....mari kita bersatu..jangan bertikai...lampung saibatin dan lampung pepadun bagi saya adalah tetap lampung...mari kita jaga lampung sebaik-baiknya..saya bangga sebagai orang lampung walaupun lahir dan besar di jakarta.....sejarah patut kita luruskan..tetapi bukan menjadi bahan pertikaian....ingatlah..perbedaan adalah rahmat......tetapi jangan membedakan diri lebih tinggi dari yang lain...dimata Allah kita manusia adalah sama....hanya yang bertakwa yang berderajad tinggi dimata Allah......provisinsi Papua saja yg begitu besar...terdiri dari berbagai suku dan bahasa..tetapi mereka tetap bilang " saya orang Papua"....eram jimo-jimo Leppung harus Bersatu......inilah indahnya perbedaan untuk menjadi satu..bukannya tercerai berai.....Sang Bhumi Ruwai Jurai.......( Salam/Tabik : Buay Tegamoan )

    ReplyDelete
  23. sepakat puari jak buay tegamoan, perbedaan adalah rahmat, perlu dewasa menyikapinya, buka menuduh2 sembarangan. Salam Tabik..

    ReplyDelete
  24. asal usul suku daerah berkaitan dgn tempat atau daerahnya misalkan Danau Ranau (yg konon ceritanya akibat meletusnya G.Seminung 2jt thn yg lalu) mrpkn danau terbesar ke 2 di sumatera setelah Danau Toba (yg konon ceritanya akibat meletusnya G.Toba 75rb SM) dan cerita asal usul suku jg berkaitan dgn Banjir bsr zaman Nabi Nuh dan pengikutnya yg slmt pda wktu itu kemungkinan pengikutnydi turunkan di tempat yng tinggi Seperti Gunung2 seluruh nusantara dan dunia krn banjir Nabi Nuh AS merupakan hampir sama ceritanya antara suku yg satu dgn yg lain dan juga grs nasab ketrunan dari pihk ayah jg pnting serta Tafsiran para ahli purbakala seperti Groenevelt, L.C.Westernenk dan Hellfich di dalam menghubungkan bukti bukti memiliki pendapat yang berbeda beda namun secara garis besar didapat benang merah kesamaan dan acuan yang tidak diragukan di dalam menganalisa bahwa Sekala Brak merupakan cikal bakal bangsa Lampung.

    (Dalam buku The History of Sumatra karya The Secretary to the President and the Council of Port Marlborough Bengkulu, William Marsdn, 1779, diketahui asal-usul Penduduk Asli Lampung. Didalam bukunya William Marsdn mengungkapkan "If you ask the Lampoon people of these part, where originally comme from they answere, from the hills, and point out an island place near the great lake whence, the oey, their forefather emigrated…". "Apabila tuan-tuan menanyakan kepada Masyarakat Lampung tentang dari mana mereka berasal, mereka akan menjawab dari dataran tinggi dan menunjuk ke arah Gunung yang tinggi dan sebuah Danau yang luas.."Dari tulisan ini bisa disimpulkan bahwa yang dimaksud danau tersebut ialah Danau Ranau. Sedangkan Gunung yang berada dekat Danau adalah Gunung Pesagi,

    ****

    Dalam hal ini para fakar sejarah lupa, yang dekat danau hanya ada satu yaitu GUNUNG SEMINUNG, tapi mengapa justru yang di sebut gunung pesagi ?)

    http://id.wikipedia.org/wiki/Kepaksian_Sekala_Brak

    dan salah satunya melahirkan suku abung yang satu masa nanti memberontak karena kekejaman raja yang memerintah pada saat itu ,lalu suku pecahan dari orang lambung/lampung ini (KLAN ABUNG)menguasai daerah yang di sebut sekarang sebagai ranauwslm. slm tabik pun

    ReplyDelete
  25. asal usul suku daerah berkaitan dgn tempat atau daerahnya misalkan Danau Ranau (yg konon ceritanya akibat meletusnya G.Seminung 2jt thn yg lalu) mrpkn danau terbesar ke 2 di sumatera setelah Danau Toba (yg konon ceritanya akibat meletusnya G.Toba 75rb SM) dan cerita asal usul suku jg berkaitan dgn Banjir bsr zaman Nabi Nuh dan pengikutnya yg slmt pda wktu itu kemungkinan pengikutnydi turunkan di tempat yng tinggi Seperti Gunung2 seluruh nusantara dan dunia krn banjir Nabi Nuh AS merupakan hampir sama ceritanya antara suku yg satu dgn yg lain wslm.Tafsiran para ahli purbakala seperti Groenevelt, L.C.Westernenk dan Hellfich di dalam menghubungkan bukti bukti memiliki pendapat yang berbeda beda namun secara garis besar didapat benang merah kesamaan dan acuan yang tidak diragukan di dalam menganalisa bahwa Sekala Brak merupakan cikal bakal bangsa Lampung.

    (Dalam buku The History of Sumatra karya The Secretary to the President and the Council of Port Marlborough Bengkulu, William Marsdn, 1779, diketahui asal-usul Penduduk Asli Lampung. Didalam bukunya William Marsdn mengungkapkan "If you ask the Lampoon people of these part, where originally comme from they answere, from the hills, and point out an island place near the great lake whence, the oey, their forefather emigrated…". "Apabila tuan-tuan menanyakan kepada Masyarakat Lampung tentang dari mana mereka berasal, mereka akan menjawab dari dataran tinggi dan menunjuk ke arah Gunung yang tinggi dan sebuah Danau yang luas.."Dari tulisan ini bisa disimpulkan bahwa yang dimaksud danau tersebut ialah Danau Ranau. Sedangkan Gunung yang berada dekat Danau adalah Gunung Pesagi,

    ****

    Dalam hal ini para fakar sejarah lupa, yang dekat danau hanya ada satu yaitu GUNUNG SEMINUNG, tapi mengapa justru yang di sebut gunung pesagi ?)

    http://id.wikipedia.org/wiki/Kepaksian_Sekala_Brak



    dan salah satunya melahirkan suku abung yang satu masa nanti memberontak karena kekejaman raja yang memerintah pada saat itu ,lalu suku pecahan dari orang lambung/lampung ini (KLAN ABUNG)menguasai daerah yang di sebut sekarang sebagai ranau

    ReplyDelete
  26. Gunung Seminung adalah Cukut / kakinya Gunung Pesagi.

    terimakasih, salam, Tabik,,

    ReplyDelete
  27. saya mencermati buku William Marsden yang sering jadi tameng untuk melegitimasi teori Skala Brak,
    terjemahannya dipenggal-penggal......
    lengkapnya yang harus dibaca seperti ini :

    "It is probably within but a very few centuries that the south-west coast of this country has been the habitation of any considerable number of people; and it has been still less visited by strangers, owing to the unsheltered nature of the sea thereabouts, and want of soundings in general, which renders the navigation wild and dangerous for country vessels; and to the rivers being small and rapid, with shallow bars and almost ever a high surf. If you ask the LAMPOON PEOPLE OF THESE PART from whence they originally came they answer, from the hills, and point out an inland place near the great lake from whence they say their forefathers emigrated: and further than this it is impossible to trace".

    Pembahasan :

    the south-west coast of this country : Pantai/Pesisir Barat Daya dari negeri Lampung tentu Lampung Barat

    less visited by strangers : kurang/jarang didatangi orang asing pendatang

    unsheltered nature of the sea thereabouts : tentu yang dimaksud Samudera Hindia

    ever a high surf : sungai yang dimaksud Way Besai

    the Lampoon people of these parts : orang-orang Lampung yang ditanya pada bagian Barat (sesuai deskripsi diatas)

    it is impossible to trace : mustahil untuk dilacak kebenarannya

    Dari penjabaran diatas, dapat kita ketahui bahwa sesungguhnya buku tersebut tidak menyatakan bahwa asal usul bangsa Lampung dari Skala Brak. Namun itu hanya pengakuan dari masyarakat yang ada di wilayah pantai Barat / Barat daya dari negeri Lampung.

    Mengenai bukti-bukti lain yang menyangkut Skala Brak, saya tidak berkompeten menjawabnya. Saya hanya meluruskan agar buku The History of Sumatra tidak dijadikan dasar klaim bahwa Skala Brak adalah asal usul bangsa Lampung. Sebab kalimat dalam buku tersebut sedang membahas masyarakat Lampung Barat, bukan Lampung seluruhnya.

    Sekian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya itukan hanya bagian bagian dari literatur tentang bagaimana orang2 mengakui asal usul mereka dari sekala brak ( ranau, seminung dan pesagi ), dan bukan satu satunya.

      ada lagi menurut DR. Harya Ramdhoni Julizarsyah : "Sebelum tahun 683 Masehi, ibukota Sriwijaya terletak di daerah pegunungan agak jauh dari Palembang.Tempat itu dipayungi oleh dua gunung dan dilatari sebuah dangau.Itulah sebabnya Sailendra dan keluarganya disebut Raja Pegunungan atau "family of the King of the Mountains (Sailendravarmsa)". Mereka memiliki hubungan kerabat dengan bangsawan Tamil Chola dan bangsawan Nepal" [Lawrence Palmer Briggs,... "The Origin of the Sailendra Dynasty Present Status of the Question", Journal of the American Oriental Society, Vol. 70, No. 2, Apr-Jun 1950:78].: Ini jurnal tahun 1950.Lawrence Palmer Briggs sang penulis adalah ahli Sriwijaya dan Khmer.Dia bilang dicatatan kakinya di jurnal itu bhw yg dimaksud "dipayungi dua gunung dan dilatari sebuah dangau" terletak di Karesidenan Lampung,Sumatera Selatan.Tak disebut nama Liwa disitu tp mana lagi tempat di Lampung yg memiliki dua gunung bersebelahan dan sebuah dangau (danau) selain Lampung Barat yaitu G.Pesagi dan G.Seminung + Danau Ranau?Setelah itu menurut Lawrence ibukota Sriwijaya pindah ke Minanga (Komering sekitar tahun 670 M),kemudian ke Palembang setelah penyerbuan besar2an di bawah pimpinan Dapunta Hyang Sri Jayanga (683 M) dan terakhir setelah dihancurkan oleh sepupu mereka sendiri yaitu kerajaan Cholamandala, Sriwijaya pindah ke Jambi (akhir abad 12 M).Kesimpulannya Sriwijaya memiliki 4 ibukota berbeda selama kurun waktu hampir 500 tahun: dataran tinggi Sekala Bgha-Minanga-Palembang-Jambi.

      Silahkan Buka2 Lagi.

      Delete
    2. Kemudian dari Dr. Rina Martiara. ( Dosen ISI Jogja )

      Ada beberapa pendapat tentang Sakala Bhra (salah satunya dari Arlan Ismail, dalam buku Periodisasi Sejarah Sriwijaya, 2003, yang mengatakan: Sakala Bhra menunjukkan pada identitas suku bangsa yang menempati satu tempat di lembah utara gunung seminung, yang merupakan basis wilayah Sriwijaya Pemula. Mereka mengenal diri mereka sebagai wangsa SAKALA BHRA (Purba). Sakala berarti "Titisan" dan BHRA berarti "yang mulia". Jadi Sakala Bhra berarti "Titisan Dewa".

      jadi monggo dibuka2 lagi.

      Delete
  28. Ok, jadi kita skrg sudah paham bahwa buku William Marsden tidak mengatakan bahwa Skala Brak asal usul org Lampung, jadi buku ini seharusnya tidak digunakan lagi sebagai argumen. kalo yang lainnya sementara mungkin masih layak

    mengingat Teori Skala Brak purba sebagai asal mula sriwijaya dan sebagainya ini masih baru, sebaiknya terlebih dahulu menyanggah teori yang sudah ada, barulah kita bahas teori yang lebih baru, semestinya....

    mengenai Doktor yang dimaksud, saya blm baca bukunya,
    namun mengingat adanya kemungkinan bahwa beliau adalah orang lampung barat juga sebagaimana diandra dan konco2nya,

    Lalu semestinya sebelum anda berdebat/berdiskusi mengenai teori ini,
    terlebih dahulu anda harus membantah sendiri teori tersebut, dimana letak kekurangan2nya,
    ketika anda tidak berhasil mendebat teori tersebut, barulah teori itu anda jadikan pegangan dan anda share ke orang lain,
    kemukakan alasannya,
    jadi bukan mencomot bagian mana yang bisa memperkuat 'kepentingan emosional' anda,
    mentang2 berasal dari lampung barat, maka semua teori yg tidak mendukung keagungan kampung halaman anda singkirkan (dianggap tidak ada), lalu yang mengagung2kan kampung halaman anda blow up dan copy paste kemana2......

    soal buku Lawrence Palmer Briggs saya blm dapat bukunya.
    sudah baca bukunya? kalo ada link pdf or ebook nya boleh dong dishare.

    ReplyDelete
  29. hehe... Pangeran Rajabasa,

    lagi2 yang anda baca itu kan cuma satu literatur tapi seolah anda bisa menyimpulkan dan melarang orang untuk ini itu. Tolong koreksi juga paragraf anda itu.

    Terjemahannya begini:

    kecil kemungkinannya dalam beberapa abad bahwa pantai (pesisir) yang terletak di barat daya negara (pedalaman mungkin lebih cocok) ini telah menjadi tempat tinggal sebagian besar penduduk; dan juga sedikit di kunjungi oleh orang asing (turis kali ya ), memiliki alam tempat bernaung begitu juga lautnya, dan bila ingin di ukur secara umum, yang mana dipandang dari navigasi (hal dalam pelayaran) tempat yang liar dan berbahaya untuk kapal-kapal daerah (berlayar maksudnya); dan untuk sungainya (memiliki) aliran yang deras dan sempit, dengan ambang sungai (bisa jadi bagian hulu) yang dangkal dan seringkali memiliki ombak yang besar (ganas mungkin juga). jika kamu menanyakan ke ORANG LAMPUNG PADA BAGIAN INI darimana mula-mula meraka berasal mereka menjawab, dari daerah yang berbukit-bukit, dan menunjuk ke sebuah daerah pedalaman dekat dengan danau yang besar darimana nenek moyang mereka beremigrasi: dan lebih lanjut lagi dari ini tidak memungkinkan untuk (menemukan, mencatat mungkin juga mencari jejak asal mula tersebut).

    Kata Kata : ....dari daerah yang berbukit-bukit, dan menunjuk ke sebuah daerah pedalaman dekat dengan danau yang besar darimana nenek moyang mereka beremigrasi.... memang tidak spesifik menyebutkan sekala brak, tapi tentu bagi kami orang2 yang tinggal disekala brak, bahwa yang dimaksud oleh kata kata itu tidak lain dan tidak bukan adalah wilayah Sekala Brak.

    Kalo pun bagi anda yang tidak tinggal disekala brak sangat berat menyebutkan sekala brak, boleh saja, tapi kalimat anda bahwa Sekala Brak ( wilayah yang berbukit2 dan berdanau besar ) adalah bukan asal usul orang Lampung adalah bertentangan dengan kata2 buku tersebut.. karena nyata nyata bukut itu menuliskan ... Jika kamu menanyakan ke ORANG LAMPUNG PADA BAGIAN INI darimana mula-mula meraka berasal mereka menjawab, dari daerah yang berbukit-bukit, dan menunjuk ke sebuah daerah pedalaman dekat dengan danau yang besar darimana nenek moyang mereka beremigrasi: dan lebih lanjut lagi dari ini tidak memungkinkan untuk (menemukan, mencatat mungkin juga mencari jejak asal mula tersebut).


    O iya satu lagi sifat asal tuduh anda itu yang kurang baik, Doktor2 itu tidak semua orang Lambar, seperti DR.RINA MARTIANA itu adalah orang MENGGALA ASLI.

    Begitu juga silahkan anda baca2 keturunan boay bolan adin Marwansyah Warganegara yang Asli Menggala Kibang, juga menulis catatan bahwa benar mereka LAMPOON PEOPLE OF THESE PART ( menggala ) adalah Asli dari Sekala Brak. Tulisan itu boleh anda cari juga.

    Ada Lagi oleh Zawawi Kamil (Menggali Babad & Sedjarah Lampung) disebutkan dalam sajak dialek Komering: "Adat lembaga sai ti pakaisa buasal jak Belasa Kapampang, sajaman rik Tanoh Pagaruyung pemerintah Bunda Kandung, cakak di Gunung Pesagi rogoh di Sekala Berak, sangon kok turun-temurun jak ninik puyang paija, cambai urai ti usung dilom adat pusako". Terjemahannya berarti "Adat Lembaga yang digunakan ini berasal dari Belasa Kepampang (Nangka Bercabang), sezaman dengan Ranah Pagaruyung pemerintah Bundo Kandung di Minang Kabau, Naik di Gunung Pesagi turun di Sekala Brak, Memang sudah turun temurun dari nenek moyang dahulu, Sirih pinang dibawa di dalam adat pusaka, Kalau tidak pandai tata tertib tanda tidak berbangsa".

    ReplyDelete
  30. Masih Sulit lagi anda mengucapka sekala brak sebagai asal usul Lampung, nah ini saya kasih sedikit tulisan Orang Tulang Bawang asli, tidak saya mengarang sedikitpun, Wallohi, :

    MESTABOH menulis begini : Maulano Jadhi ( Maulano Aji ) Raja Tulang Bawang Abad ke VI
    Dari Vietnam Bangsa Hindu ini secara berkelompok dan bergelombang-gelombang ke Indonesia, ada yang ke Sumatera, ke Sulawesi, ke Jawa, ke Kalimantan, dan ke Bali. Yang ke Sumatera diantaranya Kerajaan Tulang Bawang, Kerajaan Melayu, dan Kerajaan Sriwijaya. Yang menjadikan Kerajaan Tulang Bawang ini adalah kelompok yang pertama kali sampai kebukit Pesagi, dari gelombang-gelombang yang berikutnya menetap di SEKALA BERAK sekarang.
    Dibukit Pesagi beratus-ratus tahun mereka bertempat disini, karena pengaruh musim dan desakan dari gelombang yang menyusul berikutnya, akhirnya mereka menyusur hulu Sungai Tulang Bawang sampai kemuaranya, mencari dimana tempat yang baik dan subur untuk tanah peladangan.Dibukit tidak mungkin mereka akan bertahan, pertama tidak cocok karena pengaruhnya iklim, kedua adanya perpindahan-perpindahan kemudian sudah banyak yang menetap disana maka mereka pindah kesungai Tulang Bawang.
    Dari rombongan penghuni Bukit Pesagi yang sampai pertama kali di bukit tersebut, mereka berbondong-bondong kehulu Sungai Tulang Bawang dibawah pimpinan Maulano Jadhi / Maulano Aji atau Maulano Haji sampailah mereka dimuara ini untuk mencari tanah perladangan.
    Setelah mereka perkirakan bahwa dimuara sungai ini tidak memungkinkan untuk perladangan, mengingat didekat lautan dan jaraknya ke bukit Pesagi terlalu jauh maka mereka mundur kepeladangan sungai ini. Dari Kampung Dente Teladas, Gedung Meneng, Gunung Tapa, Suka Raja, Mereso, Gedung Aji, Bakung, Menggala akhirnya sampailah mereka dipedukuhan sekarang.


    Jadi tolong jangan serampangan pula menafikan hal hal yang belum anda lihat dan anda ketahui apalagi faham, kita sama2 mencari. Salam.

    ReplyDelete
  31. Saya sangat menyayangkan artikel ini,saya sebagai keturunan dari muyang saya yg terlibat dlm memimpin perang melawan abung merasa memiliki kewajiban buat meluruskan sejarah,karena menurut saya sebagian sejarah perang abung ini sdh dimanfaatkan oleh penulis guna mengangkat nama desa nya dimata orang,mungkin karena ibu penulis adalah keturunan abung.Kalau anda orang abung asli,cempaka asli dan orang semendawai asli terlebih dari desa saya xxxx,apalagi muyang kalian ikut serta dlm perang ini,pastilah kalian akan tertawa melihat tulisan ini sbb sebagian tulisan ini tdk susuai dgn sejarah.

    ReplyDelete
  32. Saya sangat menyayangkan artikel ini,saya sebagai keturunan dari muyang saya yg terlibat dlm memimpin perang melawan abung merasa memiliki kewajiban buat meluruskan sejarah,karena menurut saya sebagian sejarah perang abung ini sdh dimanfaatkan oleh penulis guna mengangkat nama desa nya dimata orang,mungkin karena ibu penulis adalah keturunan abung.Kalau anda orang abung asli,cempaka asli dan orang semendawai asli terlebih dari desa saya xxxx,apalagi muyang kalian ikut serta dlm perang ini,pastilah kalian akan tertawa melihat tulisan ini sbb sebagian tulisan ini tdk susuai dgn sejarah.

    ReplyDelete
  33. Maaf jika komentar saya terkesan keras dan menggurui,maksud saya tak lain adalah utk meluruskan sejarah,saya hanyalah manusia yg tak luput dari dosa.Saya asli keturunan minanga,bapak saya minanga besar dan ibu saya minanga tengah.

    ReplyDelete
  34. terimakasih saudara anonim, baik juga jika menyertai nama dalam berkomentar.

    sebagai tambahan sedikit bahwa ini sekadar berbagi cerita yang dikisahkan oleh orang keturunan asli komering juga.

    ReplyDelete

Apah tiBaca

Ikuti Menjadi Sahabat Blog

PEMUDA DAN KEBERANIANNYA

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

dancer

TVRI