PAKSI PAK SEKALA BRAK----- KERAJAAN DI CUKUT PESAGI,---- KIK PAK KHAM MAK PULIAK----- ADAT PUSAKA TUTOP DIHATI

Selayang Pandang Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak

Tabik Ngalimpura, Haguk Neram Rumpok Sunyinni. Dipermulaan sinji, Yaddo dia sekindua ngaturko buribu laksa nerimakasih radu nyenghaja nyemuka di Blog sederhana sinji. Selanjutni sekindua buharop Blog sinji dapok dipakai sebagai rang bubagi informasi rik ilmu pengetahuan, ulehni lamon sai mak ceto, mak pas disusun tindehni, astawa bubida pendapok, yaddo dia ram saling menghormati, tilapok ram kekurangan jama hal sai betik. Niat Betik Cara Betik. Nerimanihan. Tabik

Wednesday, 29 June 2011

Sambutan WAPRES RI

Sambutan Wakil Presiden RI pada Pembukaan Silaturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara II

Bandung, 25 Juni 2011
Assalamualaikum wr. wb.

Pertama-tama, saya ingin menyampaikan selamat kepada Panitia Penyelenggara dan kepada seluruh peserta Silahturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara yang kedua atas terselenggaranya forum silahturahmi yang akan dibuka hari ini. Saya juga mengucapkan selamat kepada Jawa Barat, khususnya Bandung, yang telah dipilih sebagai tuan rumah Silatnas.

Para Hadirin yang saya muliakan,

Tidaklah salah apabila tanah air kita disebut sebagai rangkaian pernik-pernik mutu manikam khatulistiwa. Budaya di tanah air kita begitu beragam dan penuh warna-warni, tetapi semuanya terangkai dan menyatu indah dalam suatu budaya besar, Budaya Nusantara yang harmonis dan saling mengisi.

Saudara-saudara para peserta Silatnas adalah cerminan dari Budaya Nusantara, yang merupakan rangkaian pernik-pernik mutu manikam dari budaya-budaya daerah yang harmonis.

Setiap bangsa mempunyai sejarah masa lalu yang membentuk dasar-dasar budayanya, dasar-dasar peradapannya. Sejarah masa lalu ikut membentuk kondisi bangsa itu saat ini dan perkembangannya di masa depan. Demikianlah alur perjalanan sejarah setiap bangsa. Bagi bangsa yang dari awalnya majemuk dari segi adat dan budaya seperti bangsa kita, bangsa Indonesia, maka harus selalu ada hal yang menyatukannya dan merangkaikannya. Hal yang menyatukan kita semua menjadi satu bangsa tidak lain adalah cita-cita Proklamasi kita, cita-cita bersama kita dan adanya kehendak kita yang kuat untuk menyatukan diri guna mencapai cita-cita bersama yaitu membangun kehidupan yang merdeka, adil, makmur dan bermartabat bagi seluruh rakyat.

Sampai kapanpun kita harus sadar bahwa perangkai dan pemersatu bangsa kita itu harus terus menerus kita pelihara, pertegas dan perkuat. Jangan biarkan tumbuhnya gejala diantara kita yang memperlemah tali ikatan kebangsaan itu.

Kita adalah bangsa dengan adat dan budaya yang majemuk. Kita adalah juga bangsa yang menghargai warisan budaya dari para leluhur kita. Kemajemukan itu akan terus bersama kita dan menjadi ciri kita, karena kita memang justru memeliharanya. Kemajemukan kita anggap sebagai berkah dan rahmat dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Keberagaman adat dan budaya kita anggap sebagai kekuatan.

Saudara-saudara sekalian adalah pewaris dan penjaga adat dan Budaya Nusantara yang begitu kaya dan majemuk. Forum silahturahmi seperti ini saya harapkan dapat makin memperkuat tali pengikat silahturahmi diantara saudara-saudara sekalian dan diantara kita semua. Hal ini tentunya akan makin memperkuat kesadaran saudara-saudara sekalian, kesadaran kita semua sebagai bagian dari bangsa yang besar ini dan makin memperkuat peran saudara-saudara sebagai penjaga adat dan budaya Nusantara. Saya senang mendengar laporan dari laporan tadi bahwa agenda kegiatan dalam forum silahturahmi ini juga diarahkan untuk sasaran-sasaran yang saya sebutkan tadi.

Para Hadirin Sekalian,

Saya sependapat dengan pandangan bahwa jati diri suatu bangsa harus berakar pada adat dan budayanya sendiri. Namun saya juga ingin mengingatkan bahwa kita hidup dalam dunia nyata yang terus berkembang dinamis. Kita juga tidak hidup sendiri. Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus berinteraksi dengan dunia luar. Dalam proses itu kita jumpai bahwa apa yang kita sebut budaya adalah sesuatu yang hidup dan terus berkembang dan bukan sesuatu yang mati dan beku.

Upaya pelestarian adat dan budaya bangsa sangat perlu dilakukan, terutama dalam era globalisasi ini. Tetapi caranya harus tepat dan cerdas, bukan dengan menutup diri. Sejak dulu penduduk di Nusantara kita ini sudah berinteraksi dengan dunia luar. Budaya kita adalah budaya terbuka. Nilai-nilai luhur adat dan budaya bangsa kita harus kita wariskan dan tanamkan kepada anak-anak kita, karena nilai-nilai itulah yang akan menjadi sumber jati diri mereka. Tetapi kita juga perlu membekali mereka dengan hal-hal yang diperlukan untuk hidup bersaing serta survive dalam dunia yang terus berkembang.

Kita harus juga membekali mereka dengan kemampuan untuk menyerap hal-hal baru yang baik dari dalam maupun dari luar . Pelestarian adat dan budaya harus diupayakan untuk tidak bertabrakan dengan kemajuan. Budaya dan kemajuan tidak harus saling meniadakan satu sama lain. Keduanya justru harus saling memperkuat jati diri bangsa.

Para hadirin sekalian,

Bangsa kita telah berkonsensus untuk memilih sistem demokrasi. Demokrasi itu dilandasi oleh nilai-nilai dasar tertentu, seperti kebebasan berpendapat, Pemilu yang bebas, hukum yang berlaku bagi semua dan sebagainya. Itu adalah ciri-ciri dan prinsip-prinsip dasar dari setiap demokrasi dimanapun. Tetapi praktek demokrasi, atau demokrasi yang dijalankan di lapangan sebenarnya tidak bisa lepas kaitannya, bahkan selalu diwarnai oleh adat kebiasaan budaya masing-masing bangsa. Praktek demokrasi di suatu Negara pasti ada warna-warni dan nuansa khusus budayanya. Itulah yang memungkinkan demokrasi benar-benar tumbuh dan mengakar pada suatu masyarakat atau bangsa.

Saudara-saudara sekalian,

Para raja dan Sultan Nusantara sebagai penjaga dan pengawal adat dan budaya Nusantara perlu menyadari hal ini dan perlu pandai-pandai mencari cara agar adat dan budaya bangsa menyatu dengan praktek demokrasi kita, sehingga demokrasi yang kita laksanakan sejalan dan diperkuat oleh nilai-nilai luhur budaya dan kearifan bangsa kita sendiri. Dengan demikian, demokrasi kita akan tumbuh subur di bumi ini karena mengakar pada budaya kita sendiri. Saya harapkan dalam forum ini juga dapat dipikirkan dan dibahas bagaimana budaya bangsa kita bersinergi dengan demokrasi yang kita kembangkan.

Para Hadirin,

Adat dan budaya kita juga merupakan potensi ekonomi yang luar biasa. Beberapa daerah di tanah air sudah membuktikan hal tersebut. Industri kerajinan, industri kreatif dan turisme dapat menjadi andalan kemajuan suatu daerah. Saya bergembira bahwa forum ini juga memberi perhatian kepada upaya untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi ini bagi kepentingan masyarakatnya.

Demikianlah sambutan saya. akhir kata dengan mengucap Bismillahirrohmannirohim saya nyatakan Silaturahmi Nasional Raja dan Sultan Nusantara yang kedua dengan resmi dimulai. Semoga kita semua mendapatkan Ridho Allah SWT, Tuhan Yang maha Esa.

Wasalamualaikum wr. wb

Wakil Presiden RI
Boediono



Bookmark and Share

No comments :

Post a Comment

Apah tiBaca

Ikuti Menjadi Sahabat Blog

PEMUDA DAN KEBERANIANNYA

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

dancer

TVRI