SEKALA BRAK : Ranau Way Merilau ----- Seminung Cukutni Pesagi ---- Regah Lawoh Selalau ----- Tanjung Cina Uncukni

"TABIK NGALIMPURA SALAM NGEBUKA CAWA"

Haguk Neram Rumpok Sunyinni. Dipermulaan sinji, Yaddo dia sekindua ngaturko buribu laksa nerimakasih, puserumpok radu nyenghaja nyemuka di Blog sederhana sinji. Selanjutni jak isan sekindua buharop nyaman kantu Blog sinji dapok tipakai jadi rang bubagi informasi rik ilmu pengetahuan, ulehni lamon sai mak ceto, mak pas disusun tindehni, astawa bida dipendapok, yaddo dia ram saling ngehormati, tilapok ram kekurangan jama hal sai betik. Niat Betik Cara Betik. Nerimanihan. Tabik

Tuesday, 12 April 2016

Festival Sekala Brak Harus Dibenahi

Festifval Skala Brak II, Dispora Lambar Tuding Kinerja Kecamatan Tidak Maksimal

Nyokabar | Rabu, 07 Oktober 2015 | Dibaca: 139 | Lampung Barat

Nyokabar Lampung Barat. Dinas Pariwiata Pemuda dan Olahraga Lampung Barat menuding kecamatan-kecamatan sebagai penyebab minimnya peminat beberapa rangkaian perlombaan dalam Festival Skala Brak II yang menjadi angenda tahunan kabuaten. Padahal anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 650 juta.

Hal itu disampaikan Kabid Budaya Dinas pariwisata pemuda dan olah raga Nyoman Mulyawan, saat di mintai komentar terkait pelaksanaan fetival sekala brak Senin (5/10), dimana untuk perlombaan Bubandung hanya di ikuti 8 perserta, lomba Hadra di ikuti 7 peserta, padahal dua tangkai itu hampir di setiap ppekon ada kelompok. 

Begitu juga beberapa tangkai lain juga ssepi peminat. Panitia sudah mempaslitiasi kegiatan, sosialiasi sudah kita sampaikan ke kecamatan dan sekolah. Masalahnya kurang di suport sama kecamatan, jadi pesertanya sedikit. Karna peserta lomba dari pekon itu kalau tidak di ppasilitasi kecamatan tidak mau ikut, ujarnya berkilah.

Nyoman mengaku pihaknya telah bekerja maksimal untuk menyelenggarakan Festival Skala Brak ke II yang menjadi agenda tahunan Lampung Barat, dan hasilnya cukup memuaskan. Menurutnya tim sudah kerja keras, kalau kita liat rangkaiann secara keseluruhan acaranya meriah, kalau lomba sepi peserta itukan hanya sebagian, ujar dia.

Masih kata Nyoman, nilai anggaran yang mencapai Rp650 juta tersebut merupakan keseluruhan dari kegiatan festival, yang nanti puncaknya kegiatan Hipun adat pada 10 Oktober 2015. Bukan cuma lomba-lomba, anggarran itu untuk semua, tetapi saya tidak bisa menjelaskan berapa masing-masing alokasi kegiatannya, karena itu secara global, dan peruntukan anggarannya sesuai kebutuhan, kata Nyoman yang enggan memperinci penggunaan anggaran festival.

Sebelumnya warga mempertenayakan pelaksanaan Festival Skala Brak II yang digelar Pemkab Lambar karena dari nilai anggaran yang mencapai ratusan juta, terlihat kurang gereget dan terkesan hanya untuk menghabiskan anggaran, padahal kegiatan itu merupakan agenda tahunan kabupaten dalam melestarikan budaya yang ada.(*)

catatan saliwa : kejadian sepi peminat ini bukan hanya tahun 2015 tapi telah bertahun2. bagi yang perduli dengan seni budaya lambar maka hal ini harus dievaluasi dan diambil tindakan. karena festival bukan sekedar proyek tapi harus ada dampak bagi pelestarian dan pengembangan kesenian itu sendiri.

sumber : http://www.nyokabar.com/berita-954-festifval-skala-brak-ii-dispora-lambar-tuding-kinerja-kecamatan-tidak-maksimal.html

Apah tiBaca

Ikuti Menjadi Sahabat Blog

PEMUDA DAN KEBERANIANNYA

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

dancer

TVRI