SEKALA BRAK : Ranau Way Merilau ----- Seminung Cukutni Pesagi ---- Regah Lawoh Selalau ----- Tanjung Cina Uncukni

"TABIK NGALIMPURA SALAM NGEBUKA CAWA"

Haguk Neram Rumpok Sunyinni. Dipermulaan sinji, Yaddo dia sekindua ngaturko buribu laksa nerimakasih, puserumpok radu nyenghaja nyemuka di Blog sederhana sinji. Selanjutni jak isan sekindua buharop nyaman kantu Blog sinji dapok tipakai jadi rang bubagi informasi rik ilmu pengetahuan, ulehni lamon sai mak ceto, mak pas disusun tindehni, astawa bida dipendapok, yaddo dia ram saling ngehormati, tilapok ram kekurangan jama hal sai betik. Niat Betik Cara Betik. Nerimanihan. Tabik

Sunday, 24 July 2016

PENGUKUHAN BAHATUR ( Para Pemberani Adat )


“ Pada malam ini telah dilaksanakan ritual tapak tilas sekaligus mandi di”salui pitu”, ditengah gelap malam berselimut embun tebal di bumi sekala brak, ditengah dinginnya sekujur tubuh, dengan tekad yang bulat, dengan semangat dan niat yang tulus, saudara-saudaraku sekalian selesai menjalaninya. Semoga ruhani dan jasad kita semakin kuat, saya ucapka selamat dan rasa bangga, pesan saya dan tanamkanlah didalam niat dan tekad, jadilah saudara sekalian sebagai penebar kedamaian, penjaga adat istiadat dengan moral, keberanian dan kesetiaan, itulah yang menjadi bekal kita menjaga silaturahmi ini, demi terwujudnya “kemuarian”  se-Lampung, jagalah adat di way handak, jagalah adat di Tanggamus, jagalah adat di Sekala Brak “.
( Amanat Sultan Edward Syah Pernong, 3-4 Syawal 1437 H )

Pelaksanaan Pantohir bagi Para Bahatur Kerajaan ini dilaksanakan di Halaman Gedung Dalom Kepaksian Pernong dan langsung dipimpin oleh Dudungan Yang Mulia Puniakan Dalom Beliau Brigjen. Pol. Edward Syah Pernong gelar Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-XXIII bersama Sang Pewaris Tahta yakni Pangeran Alprinse Syah Pernong. Ritual Menapaki Tanga tebing yang tinggi dibelakang Gedung Dalom serta doa dan pembacaan ayat suci alqur'an seraya membersihkan diri dibawah pancuran air yang berjumlah tujuh ini dikawal oleh Empat Panglima yaitu Panglima Penggitokh Alam dari Tanggamus, Panglima Elang Berantai dari Way Handak, Panglima Alif Jaya dari Way Handak, Panglima Sindang Kunyaian dari Way Handak. Sebanyak 50 orang Bahatur ini datang dari Lima Marga Way Handak Wilayah Selatan Lampung dan dari Tanggamus, mereka telah dikukuhkan menjadi “Jelma Bani” atau Para Pemberani Kerajaan untuk menjaga adat mengemban amanat yang mulia ditempat mereka berasal.
  
Pengukuhan Bahatur Kerajaan

Pengukuhan Bahatur Kerajaan

Pengukuhan Bahatur Kerajaan

Sultan Berasama Empat Panglima
Sultan Bersama Para Pemberani Kerajaan

Artikel Terpopuler

Ikuti Menjadi Sahabat Blog