PAKSI PAK SEKALA BRAK----- KERAJAAN DI CUKUT PESAGI,---- KIK PAK KHAM MAK PULIAK----- ADAT PUSAKA TUTOP DIHATI

Selayang Pandang Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak

Tabik Ngalimpura, Haguk Neram Rumpok Sunyinni. Dipermulaan sinji, Yaddo dia sekindua ngaturko buribu laksa nerimakasih radu nyenghaja nyemuka di Blog sederhana sinji. Selanjutni sekindua buharop Blog sinji dapok dipakai sebagai rang bubagi informasi rik ilmu pengetahuan, ulehni lamon sai mak ceto, mak pas disusun tindehni, astawa bubida pendapok, yaddo dia ram saling menghormati, tilapok ram kekurangan jama hal sai betik. Niat Betik Cara Betik. Nerimanihan. Tabik

Monday, 3 August 2015

KARAKTER BUAY NYERUPA



MEGUHKAN KEMBALI KARAKTER BUAY NYERUPA

Judul diatas meminjam kata-kata dari Raja Mangunang Piekulun selaku Pemapah Dalom Paksi Buay Nyerupa saat beliau memberikan sambutan dalam Halal Bihalal Masyarakat Buay Nyerupa di Depok ( Rabu. 2 /8 / 2015 ). Acara yang dilaksanakan secara sederhana namun penuh khidmat ini dihadiri oleh masyarakat asal Buay Nyerupa ( Keturunan Umpu Nyerupa ) se Jabodetabek diantaranya rombongan dari Keturunan Lurus Jalang Tenumbang Marga Tenumbang  Pesisir Barat Lampung yang berdomisili di Jakarta. 
 
Drs. H. MUCHLASIN AMAR CHO, SH, M.Si
Adok : Raja Mangunang Piekulun
Dalam sambutannya Pebatin Drs. H. Muchlasin Amarcho, SH. M.Si. adok Raja Mangunang Piekulun menekankan kepada seluruh sanak kerabat  yang berasal dari Buay Nyerupa terus meningkatkan ikatan tali silaturahmi di tanah rantau, saling memberikan kepedulian terhadap sesama, membantu tenaga ataupun upaya bila saudaranya kesusahan, memberi bukan untuk mencari kekayaan materialistic tapi memberi agar sebagai manusia mampu bermanfaat bagi yang lainnya. Demikian pula Alloh SWT menjelaskan bahwa yang terbaik diantara manusia adalah mereka yang memberi manfaat bagi manusia yang lainnya,“ demikianlah karakter Buay Nyerupa yang sejati , sebagaimana lambang dari Kepaksian Nyerupa Lamon Nyawa Lamon Jelma yang bermakna banyak rakyat banyak pula saudara “ ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Puniakan Dalom Drs. Salman Parsi adok Sultan Piekulun Jayadiningrat selaku Saibatin Paksi ( Sultan Kepaksian Nyerupa ) juga memberikan sambutan yang menjelaskan bahwa masyarakat Buay Nyerupa itu terdapat diberbagai penjuru Lampung, mulai dari Tapak Siring Sukau, Ranau, Liwa, Ulu Krui, Tenumbang Pesisir Barat, Semaka, sampai di wilayah Way Handak Lampung Selatan, bahkan juga terdapat di Cikoneng Provinsi Banten. Pertalian yang diikat dari rasa satu asal satu keturunan adalah pengikat yang paling kuat bilamana terus dibina dan dijalin tali silaturahmi.

Seiring perkembangan zaman, sejarah Buay Nyerupa ( Keturunan Umpu Nyerupa ) telah melalui banyak lika-liku jalan terjal untuk menjemput marwahnya, sebagai bagian dari  salah satu peletah dasar utama tata petiti adat budaya di Sekala Brak tanah nenek moyang Ulun Lampung.  Menapak tilas perjuangan pada tahun 1860 M jurai ke 16 dari Saibatin Paksi Buay Nyerupa, tidak lain tak bukan beliau adalah Merah Hakim adok Sultan Ali Akbar yang berhasil ditangkap oleh penjajah belanda ke Muko-Muko Bengkulu lantaran ia memberontak belanda dengan melakukan perang gerilya di Sukau hingga Kubu perahu Liwa, Sultan Ali Akbar tak ingin wilayah kekuasan buay nyerupa dipecah-pecah. Yang ditanamkan oleh Sultan Ali Akbar adalah memilih tetap kokoh berjuang hingga nafas terakhir daripada berkhianat pada rakyat sendiri menjadi penyokong para penjajah yang ingin menguasai tanah bumi buay nyerupa yang secara turun temurun dipimpin para pendahulunya. Perjuangan beliau memberikan pembelajaran bagi masyarakat buay nyerupa agar kuat dan kokoh menjaga persatuan dan kesatuan.

Dahulu walaupun belanda berhasil menancapkan pengaruhnya di wilayah Paksi Pak Sekala Brak dengan siasat dievide edimperanya, belanda mengangkat orang-orangnya menjadi pesirah untuk memimpin sebuah marga, memberi gelar dan kedudukan selayaknya Saibatin Paksi, tapi kebanyakan masyarakat adat tetap memegang teguh garis keturunan saibatin hingga kini, terbukti Paksi Buay Nyerupa  terus berdikari, di hanggumi ( dibanggakan ) oleh masyarakatnya sendiri.

Dierah saat ini, salah satunya adalah perjuangan Raja Mangunang Piekulun yang mampu membangun daerah sukau buay nyerupa dengan mendirikan sekolah dan sanggar buay nyerupa. Ia pun bergerak bersama Sultan Piekulun Jayadiningrat menghimpun masyarakat Buay Nyerupa di perantauan, memberikan perhatian dan kepedulian kepada masyarakat agar tali silaturahmi terus terjaga bagi anak umpu ( anak cucu ) Buay Nyerupa dimanapun berada.

“ Bejual mak Ngebeli” mungkin itulah “cecco” atau semboyan yang menunjukkan karakter  Buay Nyerupa yang selalu diteruskan oleh para puyang dahulu, artinya adalah menjual tidak membeli.  Semboyan tersebut bermakna bahwa seorang keturunan Umpu Nyerupa ( Buay Nyerupa ) adalah seorang yang selalu memberi tapi tak meminta kembali. Semangat nilai “Bejual” yang dimaksud adalah bukan seperti transaksi jual beli akan tetapi mensiratkan nilai bahwa hendaklah seorang memiliki jiwa sosial yang tinggi, member manfaat bagi orang lain tanpa mengharap imbalan kembali.

CECO NI RATU BUAY NYERUPA


Ratu Buay Nyerupa,
Sangun Sai Batin Paksi
Ratu jak Sekala Brak, 
Bejual Mak Ngabeli

Midoer ( Siba ) mit dipa dipa, 
Tedaya mawek lagi,
Puarini dipa dipa, 
Lamon ssai ngangkonni.

Pusakani Lamon Nyawa, 
Lamon Juga Jelmani,
Betitah Lawan Jelma, 
Rik Lawan Rakyatni.
Nyembah Tuhan Kuasa, 
Ngajunjung Kalam Ilahi.

Tungkok ni ditebing Liyoh, 
Nyerupa ditebing Heni
Sai Batin Aga Lapah, 
Dipikul Oloen Puari
Lebon ia dang dipenah, 
Senodo Sai Batin Paksi.



Apah tiBaca

Ikuti Menjadi Sahabat Blog

PEMUDA DAN KEBERANIANNYA

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

dancer

TVRI