PAKSI PAK SEKALA BRAK----- KERAJAAN DI CUKUT PESAGI,---- KIK PAK KHAM MAK PULIAK----- ADAT PUSAKA TUTOP DIHATI

Selayang Pandang Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak

Tabik Ngalimpura, Haguk Neram Rumpok Sunyinni. Dipermulaan sinji, Yaddo dia sekindua ngaturko buribu laksa nerimakasih radu nyenghaja nyemuka di Blog sederhana sinji. Selanjutni sekindua buharop Blog sinji dapok dipakai sebagai rang bubagi informasi rik ilmu pengetahuan, ulehni lamon sai mak ceto, mak pas disusun tindehni, astawa bubida pendapok, yaddo dia ram saling menghormati, tilapok ram kekurangan jama hal sai betik. Niat Betik Cara Betik. Nerimanihan. Tabik

Monday, 22 September 2014

Rektor Unila Dianugerahi Gelar Adat


Rektor Unila Dianugerahi Gelar Adat Oleh Kerajaan Skala Brak

Rektor Unila Dianugerahi Gelar Adat Oleh Kerajaan Skala Brak 
 Source Picture : okezone
Diberi sebuah penghargaan atau gelar oleh seorang Raja merupakan sebuah kehormatan besar. Hal itu dirasakan oleh Rektor Universitas Lampung (Unila) saat meninjau mahasiswanya kuliah kerja nyata (KKN).

Rektor Unila Prof. Sugeng P. Harianto mendapatkan gelar Raja Perdana Buay Nyerupa dari Kebuayan Paksi Buay Nyerupa Kerajaan Paksi Pak Sekala Brak.

Pemberian gelar adat kehormatan itu langsung disaksikan raja kerajaan Sekala Brak, Sultan Pikoelun Jayadiningrat (tua) dan Raja Muda Sultan Junjungan Baginda Raja. Tidak hanya itu, pemberian gelar juga disaksikan ribuan masyarakat Lampung Barat.

Prof. Sugeng berterima kasih yang sebesar-besarnya atas pemberian gelar adat kepada dirinya. Dia mengatakan, gelar ini merupakan sebuah kehormatan besar baginya dan tentunya Unila.

"Gelar ini merupakan amanah dan harapan untuk menjadi baik lagi kedepannya. Tentu akan kami jaga sebaik-baiknya,” ujar Prof. Sugeng, seperti dilansir laman Unila, Senin (1/9/2014).

Sugeng juga menyampaikan ucapan terima kasih, karena telah memercayakan Unila untuk membantu membangun masyarakat dengan kerjasama mahasiswa KKN yang selama ini dilakukan. Dia berharap, masyarakat dan mahasiswa bisa saling bahu membahu dan bekerjasama untuk membangun wilayah masing-masing dan Lampung pada umumnya.

"Saya juga menitipkan mahasiswa KKN Unila kepada pihak pemerintah kabupaten setempat. Jika ada beberapa mahasiswa yang masih belum bisa berlaku layaknya mahasiswa, mohon dibimbing, karena kita semua masih dalam proses pembelajaran," ucapnya.

Dia menambahkan, mahasiswa turun kemasyarakat juga merupakan proses pendewasaan diri, agar nantinya bisa mengaplikasikan ilmunya sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Arak-arakan rektor menuju lokasi pemberian gelar pun diiringi harakan tarian dan rebana. Tari-tarian khas Lampung dan modern juga turut menyambut rombongan arak-arakan di depan tarup yang sudah dipasang.

Tari-tarian seperti tari Sabut Sai Batin (Penyembutan), tari Medley Nusantara, tari Ali Bambang, tari kreasi, dan tari Pendia. Selain itu, ada juga sendratari dengan cerita “Ratu Sifa” yang berarti Istri dari ( Umpu  ) Buay Nyerupa.

Sumber : Okezone

( http://bandarlampungku.com/artikel.rektor-unila-dianugerahi-gelar-adat-oleh-kerajaan-skala-brak )

Catatan Saliwa : Gelar " Raja " didalam tata adat kerajaan merupakan gelar yang berada satu tingkat dibawah sultan ( Sultan - Raja Suku - Batin - Radin - Minak - Kimas - Mas / Inton ) , biasanya seorang yang bergelar raja membawahi sebuah wilayah adat yg disebut suku / jukku. Penganugerahan gelar adalah suatu anugerah istimewa dari seorang pimpinan adat tertinggi ( Sai Batin ) dengan mempertimbangan garis keturunan dan atau jasa serta prestasi seseorang untuk rakyat dan kerajaan.

Apah tiBaca

Ikuti Menjadi Sahabat Blog

PEMUDA DAN KEBERANIANNYA

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

dancer

TVRI