PAKSI PAK SEKALA BRAK----- KERAJAAN DI CUKUT PESAGI,---- KIK PAK KHAM MAK PULIAK----- ADAT PUSAKA TUTOP DIHATI

Selayang Pandang Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak

Tabik Ngalimpura, Haguk Neram Rumpok Sunyinni. Dipermulaan sinji, Yaddo dia sekindua ngaturko buribu laksa nerimakasih radu nyenghaja nyemuka di Blog sederhana sinji. Selanjutni sekindua buharop Blog sinji dapok dipakai sebagai rang bubagi informasi rik ilmu pengetahuan, ulehni lamon sai mak ceto, mak pas disusun tindehni, astawa bubida pendapok, yaddo dia ram saling menghormati, tilapok ram kekurangan jama hal sai betik. Niat Betik Cara Betik. Nerimanihan. Tabik

Wednesday, 22 October 2014

Situs Lamban Pesagi Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia 2014

Lamban Pesagi Di Sekala Brak
( Oleh : Saliwa )

Lamban Pesagi ( Fotografer : Eka Fendiaspara )
Berjalan menyusuri perkampungan orang asli Lampung di kampung tua ( Pekon Tuha ) Kenali, kita masih bisa melihat jejeran rumah panggung milik warga yang kental arsitektur Lampungnya. Namin kini dengan mengikuti perkembangan zaman sebagian masyarakat sudah memperbaharui rumah-rumah mereka, dimana jika dahulu kolong rumah tidak berdinding, kini sudah dimanfaatkan oleh warga untuk menambah ruangan dalam rumahnya masing-masing, yaitu dengan menambahkan dinding dari tiang ke tiang yang ada dikolong rumah. Di Kenali sendiri terdapat beberapa rumah yang masih khas diantaranya rumah pimpinan adat yang disebut Lamban Gedung dan juga tak begitu jauh dari bangunan ini yang hingga kini masih dijaga keasliannya yaitu Rumah Situs / Lamban Pesagi. 

Pekon Tuha Kenali dalam sebuah kutipan diterangkan bahwa nama Kenali memang telah masyhur adanya sejak dahulu kala, " Dalam catatan Kitab Tiongkok kuno yang disalin oleh Groenevelt kedalam bahasa Inggris bahwa antara tahun 454 dan 464 Masehi disebutkan kisah sebuah Kerajaan Kendali yang terletak diantara pulau Jawa dan Kamboja. Prof. Wang Gungwu dalam majalah ilmiah Journal of Malayan Branch of the Royal Asiatic Society dengan lebih spesifik menyebutkan bahwa pada tahun tahun 441, 455, 502, 518, 520, 560 dan 563 yang mulia Sapanalanlinda dari Negeri Kendali mengirimkan utusannya ke Negeri Cina. Menurut L.C. Westenenk nama Kendali ini dapat kita hubungkan dengan Kenali Ibukota Kecamatan Belalau sekarang. Nama Sapalananlinda itu menurut kupasan dari beberapa ahli sejarah, dikarenakan berhubung lidah bangsa Tiongkok tidak fasih melafaskan kata Sribaginda, ini berarti Sapanalanlinda bukanlah suatu nama." ( Sumber Laman : Cahyalana Raja Niti ). Peninggalan - peninggalan masa lalu di Kenali ini lah  membuat banyak orang meyakini bahwa Pekon Kenali menyimpan misteri sejarah yang musti digali dan diteliti lebih mendalam, baik peninggalan yang berupa batu penghukuman pemenggalan kepala yang oleh masyarakat setempat disebut " Batu Kepampang ", petilasan dan makam makam keramat, kitab-kitab kulit kayu, benda-benda Pusaka,  kayu sesembahan melasa kepampang,  hingga bangunan - bangunan tua seperti Situs Rumah Pesagi.

Pekon Kenali pada Tahun 1930 ( Foto : Ina Dalom Yusnani Pangeran Jayadilampung )
Adapun Lamban Pesagi yang berada di Desa Kenali, Kabupaten Lampung Barat masih berdiri kokoh di antara rumah-rumah panggung lainnya. Jika memasuki area Lamban Pesagi ini kita dapat melihat perbedaan bangunan dengan rumah-rumah di sekelilingnya. Atapnya bukan dari genteng ataupun seng, melainkan masih dari ijuk. Dindingnya bukan dari semen atau batu bata, tetapi masih dari kayu. Pada bagian bawah rumahnya ditopang oleh balok-balok kayu besar yang kesemua bagian tidak dihubungkan atau direkatkan menggunakan Paku. Namun meskipun hanya dibangun oleh kayu yang usianya sudah ratusan tahun, tapi rumah ini masih berdiri kokoh tidak termakan usia. 

Secara adat bahwa Lamban Pesagi ini berdiri didalam wilayah adat Paksi Buay Belunguh  ( Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak ) yakni sekitar 600m dari Lamban Gedung (Kediaman Pimpinan Adat ) Paksi Buay Belunguh. Rumah ini terakhir dihuni oleh keluarga (alm) Mat Sakhi, dahulunya lamban pesagi ini disebut Lamban Kagungan Tuha oleh masyarakat Kebbot ( Kelompok Adat ) Kagungan. (alm) Mat Sakhi mempunyai putra bernama Rohimuddin sebagai tenaga pengajar SD di Pekon Hujung Kecamatan Belalau. Dari Penuturan ( alm ) Mat Sakhi tahun 2009 bahwa zaman dahulu rumah tersebut adalah milik Depati Cungak Karai yang kini merupakan Puyang dari keluarga besar keturunan Kebot Kagungan Sukadana Kenali Paksi Buay Belunguh. Makam keramat Depati Cungak Karai masih ada dan terawat dengan baik yang letaknya sekitar 300 m dibelakang Situs Lamban Pesagi ini, masyarakat sekitar mengenalnya dengan Keramat Gelahasu. ( Narasumber Keterangan : ( Alm ) Mat Sakhi - 2006 dan  Khoiruddin - 2014 )

Baru - baru ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan 96 karya budaya sebagai warisan tak benda pada acara malam perayaan penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, di Museum Nasional, Jakarta, pada hari Jumat (17/10/2014). Karya budaya terpilih diberikan sertifikat oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, dalam kesempatan ini diserahkan oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang kebudayaan (Wamenbud) Wiendu Nuryanti. Wiendu mengatakan, Indonesia harus berbangga dengan memiliki begitu banyak warisan budaya tak benda yang tersebar di seluruh tanah air. Ia berharap, melalui penetapan kekayaan budaya Indonesia akan memberikan semangat dan landasan program lanjutan yang jauh lebih signifikan untuk melindungi dan mengelola warisan budaya. ”Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Tim Ahli, Nara Sumber dan semua pihak yang terlibat dalam Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia,” tuturnya. Dan diantara ke 96 warisan budaya itu adalah Lamban Pesagi di Kenali Sekala Brak. [ Link Berita : Kemdikbud ]

Harapan penulis kepada para pihak terkait agar kiranya dibuatkan Tulisan Riwayat tentang Lamban Pesagi ini dengan mengambil narasumber dari keluarga yang empunya rumah dan atau tokoh adat daerah setempat yang faham mengenai sejarahnya, kemudian dibuatkan semacam selebaran serta papan keterangan yang bertuliskan riwayat tersebut sebagai sarana informasi tertulis mengenai Lamban Pesagi. Selanjutnya baik kiranya dan sudah sepantasnya pemerintah setempat membuat buku yang mengulas tentang Arsitektur Lamban Pesagi ini, yang hingga kini warisan budaya tersebut terbukti masih bisa berdiri kokoh walaupun sering diterjadi guncangan gempa, sebab Lampung Barat diketahui merupakan daerah yang berdiri diatas Patahan Semangko. Buku tersebut nantinya sangat berguna untuk inventarisir warisan budaya serta mempermudah bagi masyarakat, pelajar dan mahasiswa untuk mempelajarinya sehingga salah satu upaya pelestarian dapat benar benar berwujud nyata tidak sekedar omong kosong belaka.

Apah tiBaca

Ikuti Menjadi Sahabat Blog

PEMUDA DAN KEBERANIANNYA

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

dancer

TVRI